Bau mulut di pagi hari sering kali dikaitkan dengan gangguan lambung seperti maag atau gerd. Namun, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Prof. Zubairi menegaskan bahwa sumber bau mulut tidak hanya berasal dari lambung, melainkan bisa dari berbagai faktor lain, terutama kondisi di dalam rongga mulut.

“Enggak, penyebabnya sama saja. Baik lambung, baik kelainan di mulut, baik di tonsil, itu tetap saja baunya lebih mencolok pada pagi hari,” jelas Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (8/4/2026).

Prof. Zubairi menerangkan bahwa bau mulut di pagi hari menjadi lebih terasa karena produksi air liur menurun saat tidur. Padahal, saliva berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan menekan pertumbuhan bakteri di mulut.

Menurutnya, ketika produksi ini berkurang, bakteri justru berkembang lebih cepat, terutama jika masih ada sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi.

“Ada saliva atau air ludah kita itu produksinya waktu kita tidur itu menurun. Nah, kemudian kalau kita jarang sikat gigi, itu ada beberapa sisa makanan yang ada di mulut di antara gigi. Itu menyebabkan bakteri pada waktu malam itu bisa berkembang lebih cepat,” paparnya.

Selain itu, lanjut Prof. Zubairi, jenis makanan yang dikonsumsi pada malam hari juga turut memengaruhi aroma napas keesokan harinya.

Makanan dengan bau menyengat seperti bawang putih, bawang merah, hingga petai dapat memperparah bau mulut di pagi hari.

“Apalagi kalau kita makan malamnya lauk yang mengandung bawang putih atau bawang merah, apalagi makanan yang khas petai atau yang lain itu bisa menyebabkan lebih mencolok baunya,” tambahnya.

Baca Juga: Benarkah Hubungan Intim Bisa Picu ISK? Ini Penjelasan Dokter Ahli