Keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang bisa dialami siapa saja setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, maupun racun yang dihasilkan mikroorganisme. Kondisi ini dapat terjadi akibat makanan yang tidak diolah dengan baik, penyimpanan yang kurang higienis, hingga makanan yang sudah kedaluwarsa.

Gejalanya umumnya muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, meski pada sebagian kasus baru terasa beberapa hari kemudian. Mengenali tanda-tandanya sejak dini penting dilakukan agar penanganan bisa segera diberikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

1. Mual dan Muntah

Mual dan muntah menjadi salah satu gejala paling awal yang sering muncul. Kondisi ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan zat berbahaya dari saluran pencernaan setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Baca Juga: Bos BGN Bongkar Penyebab Mayoritas Kasus Keracunan MBG

2. Diare

Diare, baik berupa feses encer maupun disertai darah, merupakan gejala paling umum pada keracunan makanan. Jika diare berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai darah, segera periksakan diri ke dokter karena dapat menandakan infeksi yang lebih serius.

3. Nyeri dan Kram Perut

Perut yang terasa mulas, kram, atau nyeri biasanya muncul bersamaan dengan mual dan diare. Gejala ini terjadi karena saluran pencernaan sedang bereaksi terhadap zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga: 38 Ribu Orang Jadi Korban, Data Keracunan MBG Jadi PR Berat Sudaryono di BGN

4. Demam dan Menggigil

Demam menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi. Bila suhu tubuh meningkat tinggi atau disertai menggigil hebat, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko komplikasi.

5. Tubuh Lemas dan Nafsu Makan Menurun

Keracunan makanan juga sering menyebabkan tubuh terasa lemas dan kehilangan nafsu makan. Hal ini terjadi karena tubuh mengalihkan energi untuk melawan infeksi, sementara asupan makanan dan cairan berkurang akibat mual maupun muntah.

6. Sakit Kepala

Sakit kepala dapat muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi atau akibat dehidrasi yang dipicu muntah dan diare berkepanjangan.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Tembus 10.000 Orang, Penutupan SPPG Bermasalah Dinilai Tidak Efektif

7. Tanda-Tanda Dehidrasi

Muntah dan diare yang terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi. Gejalanya meliputi rasa haus berlebihan, mulut kering, jarang buang air kecil, pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas.

Anak-anak, lansia, dan ibu hamil termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami dehidrasi sehingga memerlukan penanganan lebih cepat.

8. Gangguan pada Sistem Saraf

Pada kasus yang lebih berat, keracunan makanan dapat memengaruhi sistem saraf. Tanda-tandanya antara lain penglihatan kabur, otot melemah, kesemutan atau mati rasa, hingga sulit berbicara atau menelan. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Sebagian besar kasus keracunan makanan dapat membaik dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan, dan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna. Namun, segera cari pertolongan medis apabila mengalami:

  • Muntah atau buang air besar disertai darah.
  • Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari.
  • Nyeri perut yang sangat hebat.
  • Muntah terus-menerus hingga tidak mampu minum.
  • Demam tinggi.

Tanda-tanda dehidrasi berat, seperti pusing hebat, jarang buang air kecil, atau tubuh sangat lemas.

Mengenali gejala keracunan makanan sejak awal dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, jangan menunda untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.