Musim pancaroba merupakan peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada fase ini anak rentan sekali terkena penyakit, seperti demam, batuk, pilek, atau gangguan pencernaan. Tidak jarang, umumnya anak lebih mudah rewel dan sensitif, yang kerap kali membuat orang tua kewalahan.
Kondisi tersebut bisa terjadi saat imun pada tubuh anak melemah. Akibatnya, bakteri, virus, dan jamur mudah berkembang biak.
Maka dari itu, para orang tua perlu mewaspadai aktivitas dan asupan makan anak agar metabolisme tubuh terjaga. Namun, tahukah kamu apa penyebab daya tahan tubuh anak melemah saat musim pancaroba? Mari simak penjelasan berikut:
Faktor Penyebab Anak Mudah Sakit Saat Pancaroba
1. Perubahan Suhu dan Cuaca Tidak Stabil
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perubahan suhu yang drastis dari cuaca panas ke hujan atau sebaliknya, membuat tubuh harus beradaptasi dengPancaroba
Sementara itu, sistem imun anak yang belum sekuat orang dewasa sering kali belum mampu menyesuaikan perubahan tersebut.
Baca Juga: Lonjakan ISPA di Musim Pancaroba, Edukasi Pencegahan Jadi Kunci utama
2. Virus dan Bakteri Cepat Berkembang Biak
Lingkungan dengan cuaca lembab dan tidak menentu menjadi tempat bersarangnya virus dan bakteri pemicu flu, diare, demam, dan infeksi saluran pernapasan.
Bagi anak yang aktif beraktivitas di luar rumah lebih mudah terpapar mikroorganisme tersebut, terutama saat daya tahan tubuh melemah.
3. Pola Asupan Gizi Tidak Optimal
Saat memasuki musim pancaroba, anak cenderung kehilangan selera makan akibat kondisi metabolisme tubuh kurang fit atau terlalu sering mengonsumsi jajanan yang tidak sehat.
Padahal, nutrisi yang seimbang berperan penting untuk menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh.
Baca Juga: Jangan Sampai Tumbang, Ini 5 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Musim Pancaroba
4. Kurangnya Jam Istirahat dan Aktivitas Fisik yang Minim
Kurang istirahat, ditambah pola aktivitas yang tidak teratur dan minimnya olahraga, membuat anak lebih cepat merasa lelah. Jika dibiarkan, dapar melemahkan imunitas tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit.
5. Kebersihan yang Kurang Terjaga
Lingkungan yang kotor dapat memicu pertumbuhan bakteri dengan cepat. Lingkungan yanng kotor, sampah yang menumpuk, dan genangan air dapat menjadi tempat bersarangnya perantara penyakit/vektor seperti nyamuk dan lalat.
Kondisi tersebut sangat erat dengan risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan diare.
Pantas, para orang tua perlu melakukan berbagai cara untuk menjaga anak tetap fit dan sehat saat musim pancaroba:
- Pola gizi seimbang seperti memakan makanan yang mengandung vitamin C dan antioksidan untuk memperkuat metabolisme tubuh. Hindari makanan junk food.
- Bila perlu, berikan suplemen tambahan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.
- Istirahat yang cukup dan teratur agar tidur anak berkualitas.
- Ajak anak beraktivitas secara rutin seperti, olahraga ringan di rumah.
- Pastikan cairan tubuh tercukupi dengan banyak minum air putih dan menghindari minuman rasa atau berwarna.
- Terapkan mandi dua kali sehari dan biasakan untuk rajin mencuci tangan. Kebersihan lingkungan sekitar terutama rumah harus diperhatikan.
- Beri anak baju yang nyaman dan sesuai dengan kondisi cuaca agar suhu tubuh tetap stabil.