Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai, anggapan bahwa Singapura berkonspirasi untuk menjatuhkan pasar modal Indonesia, menyabotase perekonomian nasional, hingga memanfaatkan situasi untuk menguasai aset Indonesia dengan harga murah (fire sale), merupakan pandangan yang tidak realistis dan jauh dari kenyataan.

Menurut Dino, narasi tersebut mengabaikan hubungan bilateral Indonesia dan Singapura yang telah terjalin lama, termasuk rekam jejak kerja sama dan kepercayaan kedua negara dalam berbagai situasi.

“Pandangan yang belakangan beredar bahwa Singapura sedang berkonspirasi untuk menjatuhkan pasar modal Indonesia, mensabotase ekonomi Indonesia, dan melalui MSCI mencoba merebut aset-aset Indonesia dalam situasi fire sale atau jual saham murah adalah pandangan yang tidak masuk akal dan jauh dari realita yang sebenarnya,” papar Dino, dalam sebuah video sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribdinya @dinopattidjalal, Kamis (22/10/2026).

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang menjabat dari 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014 itu menjelaskan, Singapura merupakan negara tetangga yang memiliki rekam jejak kerja sama dengan Indonesia, mulai dari penanganan bencana tsunami dan gempa bumi, krisis moneter, pandemi COVID-19, investasi, pendidikan, hingga pembangunan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Kerja sama kedua negara juga mencakup berbagai bidang lain, termasuk pembangunan Kendal di Jawa Tengah serta kerja sama militer.

Dino menegaskan, Singapura memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Sebagai negara yang berdekatan secara geografis, Singapura turut merasakan dampak apabila Indonesia mengalami gejolak politik maupun ekonomi.

“Singapura mempunyai kepentingan yang besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia karena mereka adalah salah satu negara yang paling terdampak kalau terjadi gejolak politik dan ekonomi di negara kita,” katanya.

Karena itu, Dino memandang tuduhan adanya konspirasi untuk mencelakai Indonesia tidak sejalan dengan kepentingan strategis maupun pola hubungan kedua negara selama ini.

Menurut dia, sebagai negara kecil yang secara geografis diapit Indonesia dan Malaysia, Singapura justru berkepentingan menjaga hubungan bertetangga yang baik. Ia menyebut tindakan saling mencelakai sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima, baik bagi Singapura maupun Indonesia.

“Sebagaimana juga tabu dan haram bagi Indonesia untuk mencelakai Singapura. Kebijakan Singapura terhadap Indonesia adalah untuk selalu menjaga kerja sama dan saling percaya. Bukan melakukan aksi jahat dan sabotase,” imbuh Dino.

Baca Juga: Dino Patti Djalal: Ada Teknologi di Istana yang Bisa Lacak Titik Api Karhutla hingga 1 Meter