Perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba kembali meningkatkan resiko penyakit pernapasan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat sekitar 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari hingga November 2025. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini perlu terus ditingkatkan.

ISPA merupakan penyakit yang mudah menyerang ketika kondisi cuaca tidak stabil. Perubahan suhu dan kelembapan dapat memicu berkembangnya virus serta menurunkan daya tahan tubuh, sehingga masyarakat lebih rentan terinfeksi.

Menanggapi kondisi tersebut, Combiphar melalui program Combi Hope menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Program ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Baca Juga: Kasus ISPA Meningkat, Dokter Ahli Rekomendasikan Obat Ini untuk Si Kecil

Direktur Combiphar, Weitarsa Hendarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyebut bahwa kesehatan adalah fondasi utama produktivitas, sehingga upaya pencegahan penyakit harus menjadi prioritas.

Sementara itu, Sandi Wijaya selaku Gm Marketing Combiphar menjelaskan bahwa batuk sebagai salah satu gejala ISPA yang sering dianggap sepele. padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas seseorang.

Baca Juga: Wardah Luncurkan Recombinant Collagen Gel Moisturizer, Skincare Revolusioner dengan Efek Botox in a Jar

Pentingnya Pencegahan ISPA

Menurut dr. Clavelina Astriani, ISPA dapat dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat dengan konsisten. ia menekankan bahwa vaksinasi memang penting, namun harus didukung dengan kebiasaan sehat sehari-hari.

Berikut beberapa langkah pencegahan ISPA yang dapat diterapkan masyarakat:

  • Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), misalnya mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
  • Hindari menyentuh area wajah dengan tangan setelah kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi
  • Tidur yang cukup
  • Olahraga rutin
  • Imunisasi
  • Hindari orang yang sedang sakit
  • Gunakan masker bila perlu
  • Cukup minum air putih
  • Pastikan asupan nutrisi harian tercukupi
  • Bila perlu, minum suplemen yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian serta membantu mengoptimalkan imunitas.
  • Buka jendela agar terjadi pertukaran udara.

Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pemerintah setempat. drg. Evelyne Hotma Fransisca menyampaikan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, khususnya dalam menghadapi ISPA.

Kegiatan edukasi ini turut melibatkan kader Pkk, Posyandu,dan Dasawisma sebagai garda terdepan dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan masyarakat.

Pencegahan Lebih Baik dari Pengobatan

Melalui program edukasi dan layanan kesehatan ini, Combiphar berharap masyarakat tidak lagi menganggap remeh ISPA. Pencegahan sejak dini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi kesehatan keluarga, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.