Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney memperluas pasar wisata edukasi (EduTourism) Australia dengan memperkenalkan desa wisata Indonesia sebagai ruang belajar yang memadukan sejarah, seni, budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan bahwa wisata edukasi menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan Indonesia bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai living classroom yang menawarkan pengalaman belajar melalui budaya, alam, dan kehidupan masyarakat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di berbagai destinasi unggulan lainnya. Kami percaya pengalaman belajar secara langsung serta jejaring yang terbangun melalui program ini akan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan segmen perjalanan edukasi ke berbagai destinasi di Indonesia," kata Ni Made Ayu.
Oleh karena itu, Kemenpar menggelar rangkaian promosi pada 3–4 Agustus 2026, diawali dengan kegiatan “Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom” di Claremont College, Sydney. Kegiatan tersebut memperkenalkan pengalaman wisata edukasi Indonesia secara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa melalui berbagai lokakarya interaktif.
Para peserta mengikuti kegiatan membatik bersama Desa Wisata Wukirsari, belajar tari tradisional bersama Desa Wisata Taro, serta bermain angklung dan meronce kerajinan dari biji hanjeli. Peserta juga mengikuti storytelling bersama Balai Bahasa dan Budaya Indonesia NSW melalui pembacaan buku edukatif mengenai hanjeli yang berasal dari Desa Wisata Hanjeli.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman lintas budaya sekaligus memperkenalkan kepada siswa bahwa kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran secara langsung.
Menurut Ni Made Ayu, perjalanan edukasi (educational travel) merupakan salah satu segmen pariwisata berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi. Karakter perjalanan edukasi berpotensi menciptakan masa tinggal yang lebih panjang sekaligus membangun interaksi yang lebih mendalam antara wisatawan dengan masyarakat, budaya lokal, dan ekosistem pendidikan di destinasi.
Baca Juga: 31.548 UMK Desa Wisata Telah Kantongi Sertifikat Halal, Kemenpar Apresiasi BPJPH
Potensi pasar tersebut juga ditopang besarnya perjalanan generasi muda secara global. WYSE Travel Confederation dan UN Tourism memprediksi dari sekitar 350 juta pemuda yang melakukan perjalanan pada 2025, sebanyak 23 persen di antaranya merupakan pelajar.
Australia menjadi salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 1.754.791 kunjungan dan menempatkan Australia sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia.