Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto mengatakan koperasi desa/kelurahan Merah Putih yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto bakal menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Untuk itu, seluruh keuntungan koperasi merah putih bakal dialokasikan sepenuhnya untuk dimanfaatkan masyarakat desa menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Tak ada keuntungan yang masuk ke kas negara atau ke pemerintah pusat. 80 persen keuntungan bakal kembali ke masyarakat sementara sisanya masuk ke Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Keuntungan dari Koperasi Desa Merah Putih itu, delapan puluh persen itu kembali ke rakyat di desa. Yang dua puluh persennya untuk PADes, jadi tidak ada yang dibawa ke Jakarta," kata Yandri Susanto kepada wartawan Senin (15/6/2026).
"Jadi kalau Dana Desa dikurangi, itu tidak satu sen pun diambil Pak Prabowo, tidak," tambahnya.
Selain sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, Koperasi Merah Putih bakal melepas ketergantungan masyarakat terhadap para rentenir dan tengkulak yang selama ini selalu membeli hasil pertanian dengan harga di bawah standar.
"Dan saya beberapa kali katakan, Dana Desa itu tidak diambil oleh pusat tetapi diubah tata kelolanya," ujar Yandri.
Ia menegaskan bahwa dalam penguatan tata kelola tersebut maka diharapkan dapat diwujudkan melalui pengembangan Kopdes Merah Putih. Dengan memiliki berbagai unit usaha seperti penyediaan sembako, penyaluran pupuk dan gas, hingga menjadi offtaker hasil produksi masyarakat desa.
Baca Juga: Istana Bantah Ada Reshuffle Kabinet Merah Putih
"Nanti itu akan jadi aset. Ada juga gudangnya, ada truknya, ada mobil pick up-nya, ada motor roda tiganya. Jadi, itu memang untuk desa," imbuh Yandri.