Ketika Definisi Sukses Mulai Berubah

Menariknya, prinsip Buffett yang menekankan kesabaran dan keseimbangan hidup justru terasa semakin relevan saat ini. Setelah pandemi, banyak orang mulai memikirkan ulang hubungan mereka dengan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Bekerja tanpa henti demi tujuan masa depan kini tidak lagi menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Survei terbaru menunjukkan semakin banyak orang memilih menikmati pengalaman hidup sekarang, terutama melalui perjalanan dan waktu berkualitas, ketimbang menunda semuanya hingga masa pensiun.

Generasi Milenial dan Gen Z bahkan cenderung memprioritaskan pengalaman dibanding kepemilikan aset besar seperti rumah atau kendaraan. Perjalanan, pengalaman baru, dan fleksibilitas waktu menjadi nilai yang semakin penting.

Perubahan ini juga berdampak pada dunia kerja. Karyawan kini tidak hanya mengambil cuti di musim liburan, tetapi lebih fleksibel menentukan waktu istirahat. Bahkan muncul fenomena ‘liburan diam-diam’, di mana karyawan tetap bekerja jarak jauh saat bepergian karena khawatir dianggap kurang produktif.

Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa pekerja yang cukup beristirahat justru memiliki kinerja lebih baik. Kelelahan kronis menurunkan produktivitas, sementara pekerja yang seimbang antara kerja dan istirahat cenderung lebih fokus dan kreatif.

Prinsip Lama untuk Dunia Kerja Baru

Di sinilah nasihat Buffett terasa kembali relevan. Kesuksesan jangka panjang bukan hanya soal bekerja lebih keras, melainkan membuat keputusan bijak yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang, termasuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Bagi pemimpin perusahaan, ini menjadi pengingat bahwa produktivitas tidak selalu berarti jam kerja panjang. Kebijakan kerja yang lebih fleksibel, budaya kerja yang sehat, serta penghargaan terhadap waktu istirahat karyawan justru dapat meningkatkan kinerja tim dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, orang tidak lagi ingin menunda hidup sampai nanti. Mereka ingin menjalani kehidupan yang bermakna sekarang, sembari tetap membangun masa depan.

Dan mungkin, seperti yang telah dibuktikan Buffett selama puluhan tahun, kesuksesan terbesar memang datang dari pilihan sederhana yang dilakukan secara konsisten tanpa harus kehilangan hidup di sepanjang perjalanannya.

Baca Juga: Kesalahan Terbodoh Warren Buffett yang Justru Melahirkan Mesin Uang US$1 Triliun