Semangat Hari Perempuan Internasional dimaknai oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) sebagai momentum pemberdayaan perempuan. Dari sisi kesehatan, salah satu contohnya adalah kemampuan untuk merencanakan kehamilan secara sadar dan bertanggung jawab. Sebab perencanaan keluarga bukan hanya isu kesehatan, melainkan juga hak reproduksi perempuan yang mendasar.

Kalbe melihat, perencanaan keluarga sebagai fondasi dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Kehamilan yang direncanakan memungkinkan perempuan mempersiapkan kondisi tubuh dan mental secara optimal. Jarak kelahiran yang aman juga membantu mencegah komplikasi pada ibu dan bayi. Selain itu, kesiapan ekonomi dan dukungan keluarga turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Dengan demikian, perencanaan keluarga berkontribusi langsung terhadap masa depan bangsa.

Baca Juga: Mengenal Prosedur Inseminasi, Teknologi Reproduksi untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan

“Keputusan kapan hamil adalah bentuk kontrol perempuan atas tubuh dan masa depannya sendiri. Yang menjalani kehamilan, perubahan hormon, hingga risiko medis adalah perempuan itu sendiri. Perencanaan kehamilan memungkinkan ibu mempersiapkan kondisi fisik, status gizi, dan jarak kehamilan yang aman. Secara mental, kehamilan yang direncanakan membuat ibu lebih siap dan percaya diri. Ini bukan sekadar menunda kehamilan, melainkan hak reproduksi perempuan secara menyeluruh,” ujar Medical Associate Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Karen Denisa, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional tahun 2022, angka kehamilan tidak direncanakan di Indonesia berada pada kisaran 10,7—15,5 persen dari total kehamilan. Artinya, dari setiap sepuluh kehamilan, satu hingga dua di antaranya terjadi tanpa perencanaan matang. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu, serta kesejahteraan keluarga. Risiko medis seperti anemia, persalinan prematur, hingga berat badan lahir rendah menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, edukasi dan akses terhadap kontrasepsi menjadi semakin penting.

“Dari sisi medis, kehamilan yang tidak direncanakan memiliki berbagai risiko. Risiko terbesarnya adalah kondisi ibu yang belum siap secara kesehatan maupun mental. Misalnya, ibu mengalami anemia atau masih dalam masa pemulihan pasca-persalinan sebelumnya. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan janin, seperti meningkatkan risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah. Selain itu, ketidaksiapan mental dapat memicu stres hingga depresi pasca-persalinan. Karena itu, perencanaan keluarga sangat penting untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi,” jelas dr. Karen.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap kesehatan perempuan, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Hexpharm Jaya, berkomitmen terhadap perluasan akses layanan kesehatan. Hal ini termasuk akses penyediaan berbagai pilihan kontrasepsi hormonal oral berkualitas. Akses yang merata terhadap kontrasepsi membantu perempuan menentukan waktu terbaik untuk memiliki anak. Langkah ini juga mendukung terciptanya keluarga yang lebih siap secara fisik, mental, dan ekonomi. Kalbe memastikan distribusi produk kontrasepsi menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

“Kontrasepsi bukan hanya komoditas medis, tetapi bagian penting dari hak reproduksi perempuan. Dengan menyediakan pilihan kontrasepsi yang berkualitas dan mudah diakses, Hexpharm Jaya mendukung perempuan menentukan sendiri kapan waktu terbaik untuk memiliki anak, karena setiap perempuan memiliki kesiapan yang berbeda, baik secara fisik maupun mental. Hexpharm Jaya yakin, perempuan yang sehat dan berdaya adalah fondasi penting bagi keluarga dan masa depan bangsa,” tutur Brand Executive PT Hexpharm Jaya, Valentino Thomas.

Selain itu, Kalbe juga berkolaborasi dengan platform Instagram ShePlans untuk memperluas edukasi tentang perencanaan keluarga. Platform ini menjadi ruang inklusif dan edukatif bagi perempuan untuk mendapatkan informasi yang tepat. Berbagai kampanye daring, edukasi luring, hingga diskusi bersama tenaga medis telah dilakukan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi stigma dan mitos seputar kontrasepsi. Edukasi yang komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri perempuan dalam mengambil keputusan.

“Hexpharm Jaya berkolaborasi dengan ShePlans, menghadirkan konten edukasi, diskusi komunitas, serta kegiatan office to office untuk menjangkau lebih banyak perempuan. Kami percaya, inovasi dan komunikasi yang tepat dapat membantu mengurangi kekhawatiran perempuan tentang efek samping kontrasepsi dan meningkatkan kepercayaan diri perempuan dalam merencanakan keluarga. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap kesehatan perempuan,” tambah Thomas.