Ketua Pusat Studi dan Kajian Rumah Pancasila, Prihandoyo Kuswanto mengatakan Kabinet Bayangan yang digagas Akademisi Feri Amsari dibiayai asing demi merongrong NKRI.

Prihandoyo Kuswanto menilai kabinet bayangan yang terdiri dari sejumlah akademisi itu punya misi terselubung, pengakuan mengenai fungsi kabinet bayangan sebagai wadah mengawasi pemerintah hanya akal-akalan belaka. 

Baca Juga: Feri Amsari Beber Alasan Pembentukan Kabinet Bayangan: Karena yang Memulai Kekacauan Ini Adalah Negara!

Prihandoyo Kuswanto mengatakan, Feri Amsari dkk kembali mencatut nama rakyat untuk mencari keuntungan pribadi, sebab kabinet bayangan itu dibuat secara secara sepihak tanpa meminta persetujuan masyarakat. 

“Membuat kabinet bayangan tanpa mandat dari rakyat, ini demokrasi model apa dan hukum model apa? Rakyat dicatut lagi. Atas nama rakyat, tetapi tidak bertanya kepada rakyat. Titik kritisnya, begitu Celios masuk kabinet bayangan, ceritanya langsung berbeda. Ini bukan lagi kritik atau opini. Ini sudah masuk ranah kedaulatan dan patut diduga dibiayai pihak asing,” kata Prihandoyo dilansir Jumat (7/8/2027). 

Prihandoyo menegaskan menolak keras kabinet bayangan itu, sebab kabinet yang terdiri dari 15 akademisi itu bikin bingung masyarakat serta berpotensi memecah belah. 

“Ini pintu masuk intervensi asing. Kami menolak kabinet bayangan ini,” tegasnya.

Prihandoyo bahkan dengan tegas mengatakan kabinet bayangan seperti negara boneka dalam sebuah negara yang berdaulat, untuk itu dia meminta pemerintah segera turun tangan menindaklanjuti hal ini. 

“Kabinet Bayangan bukan lagi soal politik, jika ada campur tangan asing, ini sudah soal pengkhianatan negara. Logika sederhananya, pemerintahan yang sah hanya satu: Prabowo-Gibran. Membuat tandingan dalam bentuk Kabinet Bayangan dan andaikata dibiayai asing, maka itu bukan oposisi, itu agen,” ujarnya. 

Maka dari itu, Prihandoyo meminta PPATK untuk aktif memeriksa keluar masuk uang terhadap kelompok yang menggulirkan isu ini.

“Rakyat berhak tahu, uangnya dari mana? Siapa yang membayar? PPATK harus aktif memeriksa arus keluar-masuk uang. Untuk kepentingan siapa Kabinet Bayangan ini dibentuk?” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, mengaku  kabinet bayangan  bukan untuk merebut atau menggantikan kekuasaan pemerintah. Menurut dia, kabinet ini hadir sebagai representasi partisipasi masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan. 

Baca Juga: Gerindra Respons Santai Kehadiran Kabinet Bayangan: Silakan Kritik, Asal...

"Tujuan kami bukan menjadi pemerintahan tandingan, melainkan memberikan pembanding kebijakan yang berbasis data, kajian, dan kepentingan publik," ujarnya.