Sementara itu, berbagai kejadian dalam kehidupan berlangsung secara dinamis dan dapat dialami oleh siapa saja.

"Kenapa? Karena manusia itu tidak bisa dipisahkan dari pola kognitif, emosi, dan perilaku. Apa yang terjadi di kehidupan itu sifatnya dinamis, dan sifatnya bisa kena siapa aja," jelasnya.

Namun, cara setiap orang merespons suatu kejadian bisa berbeda. dr. Elvine mengatakan, respons yang muncul sering kali merupakan pola otomatis yang terbentuk dari pengalaman masa lalu.

"Bagaimana cara kita merespon ternyata adalah pola otomatis yang berasal dari masa lalu," tuturnya.

Karena itu, lanjut dr. Elvine, journaling tidak harus dilakukan dalam bentuk tulisan panjang.

Dengan pola yang tepat, aktivitas tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk membantu seseorang mengenali apa yang sedang dirasakan, bagaimana dirinya berperilaku, serta pola pikir apa yang muncul ketika menghadapi suatu situasi.

"Kita akan belajar bareng gimana caranya melakukan journaling yang singkat, tapi punya efek terapetik buat kita semua," pungkas dr. Elvine.

Baca Juga: Musik dan Kesehatan Mental: Teman Sederhana di Tengah Tekanan Hidup