Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai menunjukkan perubahan arah politik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dinamika relasi kekuasaan hingga polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut menjadi faktor yang ikut memengaruhi situasi tersebut.

Hensa melihat ada dua hal yang melatarbelakangi perubahan sikap politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Salah satunya adalah dugaan bahwa Jokowi merasa mulai tersisih dari pengambilan keputusan strategis di pemerintahan saat ini.

"Selama sepuluh tahun lebih, Pak Jokowi selalu berada di pusat keputusan politik. Sekarang, kalau ia merasa tidak lagi diajak bicara soal langkah-langkah besar, wajar kalau Pak Jokowi mulai mencari ruang politiknya sendiri," kata Hensa dalam keterangannya, dikutip Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Hantam Jokowi, Hantam Gibran, Ujung-ujungnya Turunkan Prabowo?

Menurut Hensa, setelah lebih dari satu dekade menjadi figur sentral dalam penentuan arah kebijakan nasional, Jokowi diduga tidak lagi memiliki ruang yang sama dalam menentukan langkah politik besar di era pemerintahan Prabowo.

Faktor kedua yang disorot adalah polemik dokumen pendidikan Gibran. Desakan publik terkait keabsahan dokumen pendidikan sang wakil presiden dinilai turut menambah tekanan politik terhadap keluarga Jokowi.

Di tengah situasi tersebut, Hensa menilai Jokowi tidak memilih untuk pasif. Sebaliknya, ia melihat mantan kepala negara itu mulai membangun ruang politik tersendiri, salah satunya melalui kedekatan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Langkah Jokowi yang semakin memperlihatkan keberpihakan kepada PSI sejak September 2026 disebut sebagai sinyal bahwa ia ingin tetap memiliki pengaruh dalam dinamika politik nasional.

"Saya melihat Pak Jokowi memilih membangun panggung baru, bukan diam. PSI adalah kendaraan politik yang paling dekat dan paling masuk akal untuk itu," ujarnya.

Meski begitu, Hensa mengingatkan bahwa kedekatan Jokowi dengan PSI tidak otomatis berarti terjadi perpecahan terbuka antara dirinya dan Prabowo. Langkah tersebut juga dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan posisi tawar politik di tengah perubahan peta kekuasaan.

Baca Juga: Teriak-teriak Nunjuk Hidung Orang Lain, Ternyata Jokowi Sendiri yang Jadi Dalang Operasi Politik Skandal Ijazah Gibran, Nih.. Buktinya!

Salah satu isu yang berpotensi menjadi bagian dari kalkulasi tersebut adalah pembahasan aturan politik strategis, termasuk ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Dalam pandangan Hensa, konsolidasi politik melalui PSI dapat menjadi cara bagi Jokowi untuk memastikan kepentingan dan pengaruh politik keluarganya tetap diperhitungkan dalam dinamika politik nasional.