Politikus Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago turut memberikan respons atas manuver-manuver politik saat ini yang dengan keras mengkritik Presiden ke-7 Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang ujungnya akan melemahkan pemerintahan Prabowo Subianto.
Menurutnya, serangan terhadap Jokowi dan Gibran merupakan strategi untuk mengerus dukungan pada Prabowo dari kursi kepresidenan.
"Jadi target utama sebetulnya Prabowo. Enggak mampu, enggak berani, setengah-setengah takut dulu lewat Jokowi dulu. Hantam Jokowi," ucapnya seperti dikutip, Senin (19/10/2026).
Lanjutnya, ia menyebut ketika serangan terhadap Jokowi belum mencapai tujuan, maka perhatian politik saat ini beralih kepada Wapres Gibran.
"Enggak mempan, masih terus hantam Gibran ya. Ya kan? Karena dari sini dukungan itu akan runtuh terhadap Prabowo," tegasnya.
Lebih jauh, ia turut menyayangkan jika teladan publik tidak menggunakan ruang kritik untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, kritik keras terhadap pemerintah tetap diperbolehkan, termasuk menyampaikan protes secara terbuka.
Karenanya, ia ia menolak upaya yang menurut penilaiannya bertujuan menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme konstitusional.
"Nah yang saya yang saya sesalkan ya, oknum-oknum yang seharusnya menjadi teladan untuk bisa mensejahterakan negeri ini ya," sambungnya.
"Bergandeng tangan lakukan kritisi sekeras-kerasnya silakan, pukul meja pun silakan. Tapi jangan dong bicara soal ya menjatuhkan pemerintah yang sah itu enggak boleh. Cemen itu. Ya, lakukan itu nanti di 2029," tukasnya.