Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi bulan-bulan publik setelah menuding ada pihak yang sedang melakukan operasi politik dalam skandal ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka demi merusak citra Wakil Presiden RI itu.
Jokowi bahkan menyebut operasi politik itu kemudian ditunggangi penumpang gelap yang bikin isu ini semakin ramai dan tak berkesudahan.
Baca Juga: Parpol, Polri, TNI dan Oligarki Kompak Angkat Kaki, Jokowi Benar-benar Ditinggal Sendiri
Menanggapi itu, Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, Jokowi sedang berkelit ia berupaya melempar bola agar keluarganya terkesan menjadi korban, padahal yang sebenarnya terjadi, Jokowi adalah dalang dari operasi politik itu
“Jokowi justru yang mendalangi operasi politik,” kata Amir dilansir Olenka.id Senin (19/10/2026).
Amir mengatakan, salah satu bukti Jokowi menjadi otak di balik operasi politik itu adalah kedatanganya di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara sesaat sebelum putusan MK terkait ijazah Gibran.
Dimana dalam amar putusannya, MK menyebut Gibran tak memiliki ijazah SMA/SLTA atau sederajat yang menjadi syarat pendaftaran dirinya pada Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden. Dengan kata lain, putusan itu menegaskan bahwa pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 lalu cacat prosedur sejak awal.
“Apa kepentingan Jokowi mendatangi Prabowo di Kertanegara menjelang keputusan MK soal ijazah Gibran? Ini yang perlu dipertanyakan,” tegas Amir.
Pasca putusan MK,bola liar soal ijazah Gibran bergeser ke DPR RI, pasalnya MK sendiri menolak mendiskualifikasi Gibran karena berbagai pertimbangan. Untuk memaksa Gibran turun tahta, DPR mesti melakukan serangkain proses politik agar Wapres yang dianggap ilegal itu bisa dimakzulkan.
Saat ini sejumlah fraksi partai politik di Senayan sedang mempertimbangkan untuk mendorong hak angket pemakzulan Gibran.
“Kasus Gibran berbicara tentang kekuasaan dan konstitusi. Padahal, kekuasaan itu untuk melaksanakan konstitusi. Kalau sudah ada keputusan MK, harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Amir.