Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis, Ahmad Khozinudin mengklaim Presiden RI ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memilih bermain cantik dalam kasus tudingan ijazah abal-abal dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa.

Jokowi kata Khozinudin telah mendesain seluruh perjalanan kasus ini, salah satu strategi yang ia lakukan adalah lewatpraperadilan yang diajukan kedua terdakwa.

Lewat strategi ini Jokowi bisa dengan mudah menghindari sidang kasus yang menderanya dengan alasan menghormati proses hukum setelaheksepsi diterima pengadilan.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Raib Entah ke Mana, Tifa dan Roy Suryo Digiring ke Bui

 “Jokowi ingin main cantik.Praperadilan dan eksepsi itu seolah-olah itu bukan keinginan Jokowi. Sehingga, Jokowi nantinya bisa berkata "saya maunya hadir di persidangan, tapi karena praperadilan dan eksepsi diterima, ya sudah saya menghormati proses hukum," kata Khozinudin dilansir Jumat (17/7/2026).

Khozinudin mengatakan dari kacamata masyarakat awam, eksepsi kedua terdakwa memang mustahil diterima. Namun disitulah letak permainannya. Dengan segala pengaruhnya Jokowi dapat dengan mudah menekan pengadilan untuk menerimanya demi menghindari sidang.

Apabila skenario itu melaju mulus, maka kasus ijazah palsu ini bakal berakhir antiklimaks. Tak ada putusan pengadilan yang konkret.

"Sudah diberi DP (down payment) dengan dikabulkannya praperadilan awal untuk penangkapan, penggeledahan dan status penahanan," kata Khozinudin.

Baca Juga: Ragam Kejangalan Kasus Febrie Adriansyah, Keaslian Emas Batangan 74 Kg Jadi Sorotan

"Jadi, rakyat harus siap-siap kecewa. Karena hasil sidang akan antiklimaks. Bertahun tahun rakyat dibuat gaduh, tapi tak akan ada keputusan yang konkret terkait ijazah," tambahnya memungkasi.