Tiga Pilar Bisnis JIWA Group
Lebih lanjut, Billy mengungkapkan, saat ini JIWA Group memiliki tiga business unit utama yang menyasar segmen pasar berbeda, tetapi tetap membawa identitas yang sama, yakni menghadirkan kopi berkualitas dengan rasa yang familiar bagi masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan, lini retail Janji Jiwa masih menjadi bisnis inti perusahaan dengan produk unggulan berupa kopi dan toast.
“Jiwa itu masih menjadi core brand kita, di mana kita menghadirkan kopi dan toast yang memberikan rasa familiar dan berkualitas,” kata Billy.
Selain itu, lanjut Billy, perusahaan juga mengembangkan Jiwa Culture sebagai konsep lifestyle space yang kini telah memiliki sekitar 25 gerai di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Kalimantan Timur.
Menurut Billy, perubahan perilaku konsumen setelah pandemi membuat masyarakat kembali mencari ruang untuk berkumpul dan bersosialisasi.
“Kalau sekarang kita lebih enjoy nongkrong dengan teman-teman. Di sini kita menghadirkan lifestyle space, tempat yang lebih vibrant buat creative space, community, dan tempat-tempat ngumpul,” ujarnya.
Melalui Jiwa Culture, perusahaan juga aktif berkolaborasi dengan komunitas kreatif dan gaya hidup di berbagai kota.
“Kita banyak sekali in touch with activities of the community,” kata Billy.
Sementara itu, sambung Billy, bisnis Kopi Sejuta Jiwa terus berkembang sebagai konsep kopi mobile yang mengutamakan kecepatan, aksesibilitas, dan harga terjangkau.
Billy mengatakan konsep tersebut lahir dari perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin mengutamakan kemudahan.

“Kita percaya sekarang kebanyakan consumer pengennya quick, cepat, accessible. Karena sekarang semuanya within the touch of a button,” ujarnya.
Saat ini, Sejuta Jiwa telah memiliki sekitar 1.500 rider yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bisnis tersebut awalnya hanya dimulai dari 20 cart sebagai pilot project sebelum berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir.
“Kita sudah melayani lebih dari 6 juta gelas selama tiga tahun kita beroperasi,” ungkap Billy.
Adapun, kata Billy, wilayah operasional Sejuta Jiwa kini mencakup Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, hingga sejumlah kota di Jawa Tengah.
Meski mengusung konsep mobile coffee, Billy menegaskan kualitas dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, seluruh proses produksi dilakukan secara terpusat untuk menjaga standar rasa dan higienitas.
“Kalau bikin produk di jalanan, concern pertama pasti masalah kebersihan. Karena itu semua production kita centralized supaya standarisasinya sama,” jelasnya.
Ke depan, kata Billy, JIWA Group juga tengah menyiapkan berbagai inovasi produk yang lebih sehat, termasuk kategori rendah gula dan rendah kalori. Perusahaan bahkan berencana menghadirkan informasi nutrisi pada produknya.
“Kita punya goal untuk menghadirkan produk-produk yang lebih low calorie dan low sugar,” kata Billy.
Tak hanya itu, perusahaan turut memperkenalkan identitas kemasan baru yang dirancang agar lebih relevan dengan karakter generasi muda.
Menurut Billy, kemasan kini bukan sekadar wadah produk, melainkan bagian dari ekspresi personal konsumen.
“Packaging bukan hanya buat konsumsi produk, tapi sesuatu yang memberikan relatability terhadap personal brand customer itu sendiri,” ujarnya.
Melalui seluruh inovasi tersebut, Billy menegaskan JIWA Group ingin terus mempertahankan identitasnya sebagai brand kopi lokal yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
“DNA dari JIWA Group sendiri tetap menghadirkan produk kopi yang berkualitas dengan rasa yang familiar,” pungkas Billy.
Baca Juga: 7 Franchise Kopi Kekinian Paling Menjanjikan 2026