Di tahun 2026, industri kopi di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Konsumsi kopi per kapita terus meningkat, didorong oleh budaya remote working serta perubahan gaya hidup generasi muda, khususnya Gen Z. Kondisi ini membuat bisnis waralaba atau kemitraan kopi tetap menjadi salah satu pilihan usaha yang diminati.
Dengan banyaknya brand kopi yang berkembang, sejumlah nama dinilai memiliki prospek menjanjikan berkat ekspansi bisnis, kekuatan brand, hingga sistem operasional yang matang.
Berikut deretan franchise kopi kekinian yang dinilai potensial pada 2026.
1. Tomoro Coffee
Tomoro Coffee menjadi salah satu brand yang berkembang pesat berkat ekspansi gerai yang agresif. Brand ini mengandalkan standardisasi rasa melalui penggunaan mesin kopi otomatis premium.
Baca Juga: Siap Kembangkan Industri Kopi, Yosia Yodan Resmi Pimpin ASKI Bengkulu
Estimasi modal: sekitar Rp500 juta (full management).
Sistem operasional yang lebih otomatis membuat konsistensi rasa lebih terjaga dan tidak terlalu bergantung pada kemampuan barista secara manual.
2. Fore Coffee
Fore Coffee masih menjadi salah satu pemain kuat di segmen menengah ke atas. Selain menjual kopi, Fore juga mengembangkan konsep gerai berkelanjutan dan ekosistem aplikasi digital yang terintegrasi.
Baca Juga: Elisa Suteja, Sosok Perempuan Inspiratif di Balik Kesuksesan Fore Coffee
Estimasi modal: Rp700 juta hingga Rp1 miliar.
Brand ini dinilai unggul dalam strategi pemasaran berbasis data melalui aplikasi yang telah memiliki jutaan pengguna aktif.
3. Kopi Janji Jiwa
Kopi Janji Jiwa tetap relevan di tengah persaingan industri kopi kekinian. Diversifikasi bisnis melalui Jiwa Toast menjadi salah satu strategi yang mendukung peningkatan transaksi konsumen.
Estimasi modal: Rp150 juta hingga Rp500 juta, tergantung tipe gerai.
Baca Juga: Janji Jiwa Jawab Tren 'Bold Flavor' Lewat Peluncuran Black Toast Series
Didukung sistem logistik yang terintegrasi, brand ini dinilai mampu menjaga efisiensi distribusi bahan baku bagi para mitra.
4. Kopi Lain Hati
Kopi Lain Hati masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang menyasar pasar anak muda. Strategi pemasaran melalui penamaan menu unik dan kolaborasi dengan selebritas dinilai efektif menjaga eksistensi brand di media sosial.
Estimasi modal: sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta.
Baca Juga: Kisah Pendirian Bakoel Koffie, Warisan Kedai Kopi Tertua di Indonesia
Biaya kemitraan yang relatif terjangkau membuat brand ini cukup diminati pelaku usaha pemula.
5. Kopi Soe
Kopi Soe dikenal melalui varian menu bercita rasa lokal seperti gula merah dan Regal. Brand ini terus berkembang dengan konsep gerai yang fleksibel, termasuk model booth dan container.
Estimasi modal: sekitar Rp75 juta hingga Rp100 juta.
Konsep grab-and-go membuat Kopi Soe dinilai cocok untuk lokasi dengan mobilitas tinggi seperti SPBU dan stasiun.
6. Point Coffee
Point Coffee memiliki keunggulan melalui integrasi lokasi dengan jaringan Indomaret di berbagai daerah.
Estimasi modal: mulai dari Rp150 juta.
Keberadaan gerai di dalam minimarket membuat Point Coffee memiliki potensi trafik pelanggan yang lebih stabil dibanding sejumlah kompetitor.
7. Haus!
Haus! tidak hanya dikenal lewat minuman teh dan boba, tetapi juga mulai memperkuat lini produk kopinya.
Estimasi modal: Rp150 juta hingga Rp250 juta.
Strategi harga yang kompetitif membuat Haus! cukup kuat di segmen pasar mass market dengan perputaran produk yang cepat.
Bisnis kopi kekinian kini tidak lagi hanya mengandalkan tren, tetapi juga efisiensi operasional, kekuatan branding, serta kemampuan membaca perilaku konsumen yang terus berkembang.