Menyaksikan bunga sakura bermekaran di Jepang saat musim semi kerap disebut sebagai pengalaman sekali seumur hidup. Lanskap kota yang berubah menjadi hamparan merah muda menghadirkan suasana romantis sekaligus magis yang sulit dilupakan.
Namun, di balik keindahan itu, perjalanan ke Negeri Sakura tetap membutuhkan perencanaan matang terutama dari sisi finansial agar momen istimewa dapat dinikmati tanpa rasa cemas.
Memahami kebutuhan tersebut, Jenius menghadirkan program 'Jenius Jelajah Jepang', solusi terintegrasi yang membantu pengguna merencanakan dan menikmati perjalanan dengan lebih mudah, nyaman, dan tenang.
Program ini sekaligus menjadi penegasan identitas baru Jenius sebagai bagian dari SMBC Indonesia, yang terafiliasi dengan grup keuangan global asal Jepang, Sumitomo Mitsui Financial Group.
Febri Rusli, Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, menuturkan, sebagai solusi life finance, Jenius mendampingi setiap tahap perjalanan, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, selama berada di Jepang, hingga setelah kembali ke Tanah Air.

Menurut febri, melalui aplikasi Jenius, pengguna dapat mengajukan dan mengelola Kartu Kredit Jenius secara praktis dalam satu genggaman. Pembelian mata uang yen pun dapat dilakukan langsung di aplikasi tanpa perlu menukar uang secara konvensional. Saldo yen tersebut bisa langsung dihubungkan ke Kartu Debit Jenius untuk memudahkan transaksi di luar negeri secara cepat dan nyaman.
Selama di Jepang, lanjut Febri, transaksi belanja maupun pembelian oleh-oleh dapat dilakukan dengan kartu debit atau kredit yang telah terhubung ke mata uang asing. Jika saldo yen habis, pengguna dapat membelinya kembali kapan saja secara real time, 24/7.
“Baik di dalam maupun di luar negeri, Jenius hadir sebagai solusi finansial yang selalu menemani setiap perjalanan penggunanya,” papar Febri Rusli, saat acara Media Gathering 'Jenius Jelajah Jepang' di Pan Pacific Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sepulang dari perjalanan, sambung Febri, pengelolaan transaksi tetap fleksibel. Pengguna dapat mengubah transaksi kartu menjadi cicilan melalui fitur Split Pay agar arus kas tetap terjaga. Bahkan saat berada di luar negeri, akses terhadap layanan domestic, seperti pembayaran listrik, air, pulsa, hingga top up, tetap dapat dilakukan melalui aplikasi.
Baca Juga: Jenius Luncurkan Money Language, Wadah Edukasi Finansial dengan Topik Terkini
Lebih lanjut, Febri menuturkan, kampanye Jenius Jelajah Jepang juga menjadi bagian dari penguatan identitas pascatransformasi dari BTPN menjadi SMBC Indonesia. Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan langkah strategis untuk mempertegas posisi sebagai bagian dari grup perbankan global Jepang.
Secara global, kata dia, SMBC dikenal sebagai bank korporasi raksasa. Justru bisnis ritel pertamanya dibangun di Indonesia.
“Karena SMBC itu originally bank korporat. Mereka bank besar yang fokusnya korporat dan belum punya bisnis retail. Bisnis retail pertama mereka itu adalah BTPN di Indonesia. Dan sekarang SMBC Indonesia sudah menjadi retail terbesar untuk SMBC secara global,” jelasnya.
Febri menyebut, SMBC tercatat sebagai salah satu bank terbesar dunia berdasarkan aset, dengan jaringan internasional yang luas dan saham yang tercatat di New York Stock Exchange. Dengan skala tersebut, prinsip kehati-hatian menjadi fondasi utama operasional.
“SMBC itu nomor 13 dunia. Ini bank sistemik global. Sehingga kami di SMBC Indonesia menjalankan bisnis dengan very prudent, mengikuti semua governance yang ada untuk memastikan risiko sistemiknya terjaga,” tegas Febri.

Di lini digital, Jenius menjadi motor inovasi. Diluncurkan sejak 2016, Jenius dikembangkan sebagai bank digital native, bukan sekadar bank konvensional yang beralih ke digital.
“Kita menyebut diri kita digital bank karena dikembangkan benar-benar secara digital, bukan bank konvensional yang goes into digital. Spirit-nya memang lahir digital,” kata Febri.
Saat ini, Jenius memiliki lebih dari 70 fitur, mulai dari tabungan fleksibel, investasi, kartu debit multi-currency, hingga satu kartu kredit yang dirancang powerful.
“Kalau bank lain bisa punya 5 sampai 15 jenis kartu kredit, Jenius cuma punya satu kartu yang sangat powerful dan bisa generate bisnis yang quite significant. Dan, pendekatan kreditnya pun berbeda,” kata Febri.
“Kalau di Jenius itu apply loan bukan by product, tapi apply credibility. Dicek dulu credibility-nya, keluar limitnya berapa, lalu bisa dialog mau dipakai untuk cash, kartu kredit, atau pay later,” lanjut Febri.
Febri juga mengatakan, fitur multi-currency yang tersedia 24/7 menjadi salah satu andalan untuk traveler.
“Kita bikin foreign currency 24/7. Karena nasabah kita sering traveling, beda 7 jam, uangnya habis, mau beli sudah tutup. Jadi kita bikin real time,” tuturnya.
Tak hanya itu, biaya administrasi pun dibuat sederhana dan transparan.
“One price for all features. Rp10 ribu. Sementara bank lain biasanya ada kantong-kantong fee berbeda,” katanya.
Febri juga menekankan pentingnya literasi dalam menggunakan kartu kredit.
“Kartu kredit itu bukan kartu jahat. Itu bukan hutang, tapi alat transaksi. Kalau ada 0% kenapa tidak dimanfaatkan? Jangan dianggap kartu utang,” tegasnya.
Baca Juga: Jenius Ajak Pekerja Lepas Cerdas Kelola Finansial di Tengah Penghasilan Fluktuatif
Febri melanjutkan, program Jenius Jelajah Jepang diperkuat kolaborasi dengan sejumlah mitra perjalanan. Sebagai partner utama, Klook menghadirkan Klook Online Travel Fest pada 6–8 Maret 2026 dengan potongan hingga Rp1.000.000 untuk berbagai aktivitas di Jepang.
Pengguna Jenius juga bisa menikmati cashback penerbangan dan paket tur hingga Rp1.000.000 untuk transaksi offline di Panorama JTB, serta potongan hingga Rp850.000 untuk pembelian tas dan koper di Baller.
Khusus Nasabah Sinaya Prioritas tersedia tambahan cashback, sementara pengguna baru berkesempatan memperoleh tambahan cashback melalui program menabung Flexi Rasa Maxi.
Febri pun mengatakan, periode promo yang hanya berlangsung tiga hari pun ‘disengaja’.
“Simple sih. Kalau mau mantap harus ada pressure. Kita bikin promonya luar biasa tapi tiga hari saja, supaya orang cepat-cepat ambil Keputusan. Meski begitu, pemanfaatan promo tetap bisa dilakukan hingga akhir tahun,” terangnya.

Menurut Febri, pemilihan Jepang sebagai fokus kampanye bukan sekadar promosi wisata, melainkan strategi komunikasi brand.
“Kenapa Jepang? Karena kita mau mengkomunikasikan bahwa SMBC Indonesia ini adalah bagian dari SMBC Jepang. Kita sudah bukan BTPN, tapi SMBC Indonesia. Jadi kita bikin campaign yang paling gampang dipahami orang: Jenius Jelajah Jepang,” jelasnya.
Melalui kampanye ini, kata Febri, SMBC Indonesia tidak hanya menawarkan promo perjalanan, tetapi juga mempertegas identitas barunya sebagai bagian dari grup perbankan global Jepang, tapi menghubungkan kekuatan korporasi dunia dengan inovasi digital yang relevan bagi generasi Indonesia masa kini.
“Kami percaya bahwa momen terbaik dalam hidup sering hadir tanpa menunggu kita benar-benar siap. Melalui Jenius Jelajah Jepang, kami ingin membantu pengguna merasakan pengalaman spesial dengan perencanaan finansial yang lebih tenang, sehingga mereka dapat fokus menikmati perjalanan dan pengalaman yang tidak terlupakan,” tutup Febri.
Baca Juga: Usia ke-9, Jenius Tegaskan Komitmen Inovasi Lewat Kokreasi dan Fitur Baru