Di sisi lain, kondisi metabolik tubuh juga perlu mendapat perhatian melalui pengecekan kadar asam urat, kolesterol total, LDL, trigliserida, serta gula darah, baik dalam kondisi puasa maupun setelah makan.

“Pemeriksaan HbA1c juga penting untuk melihat rata-rata kadar gula darah dalam jangka waktu tertentu,” tukasnya.

Tak hanya itu, lanjut Prof. Ari, pemeriksaan urin lengkap serta kadar vitamin D juga dapat dilakukan bila diperlukan untuk melengkapi gambaran kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Semua pemeriksaan ini, menurut Prof. Ari, berperan penting dalam mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Prof. Ari pun menegaskan bahwa banyak penyakit, terutama yang berkaitan dengan metabolisme, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Justru ketika gejala mulai dirasakan, kondisi penyakit sudah berada pada tahap yang lebih lanjut dan sulit ditangani.

“Saya menyampaikan sebagian dari penyakit-penyakit ini di awal tanpa gejala dan kalau sudah bergejala biasanya sudah terlambat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen pasca-Lebaran yang masih relatif santai untuk mulai memperhatikan kondisi kesehatan.

Bahkan, Prof. Ari mengaku turut melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi tubuhnya tetap dalam keadaan baik.

“Pada suasana Syawal ini kita mungkin juga belum terlalu sibuk untuk menyempatkan diri memeriksa darah. Hari ini pun saya tadi periksa darah untuk memastikan bahwa kondisi metabolik kita juga dalam keadaan normal,” tandasnya.

Baca Juga: Dari Stroke Hingga Jantung, Ini Perbedaan Risiko Darah Tinggi dan Darah Kental Menurut Dokter Ahli