1. Kenali gula, pemanis tambahan, dan bahan tambahan pangan

Gula tambahan dapat muncul dengan berbagai nama, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, atau maltodekstrin. Hal ini berbeda dengan laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan jenis bahan yang digunakan, posisinya dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi produk oleh anak.

  1. Lengkapi dengan membaca informasi nilai gizi

Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi juga penting untuk diperhatikan. Informasi ini membantu orang tua melihat kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral per sajian. Namun, informasi nilai gizi sebaiknya tidak dibaca secara terpisah dari daftar komposisi. Keduanya perlu dilihat bersamaan agar orang tua dapat memahami kandungan nutrisi per sajian sekaligus bahan utama yang membentuk produk tersebut.

Prof. Rini juga mengingatkan bahwa paparan gula tambahan pada usia dini perlu dikelola secara bijak. Selain dapat berkaitan dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, paparan rasa manis yang konstan juga dapat memengaruhi pembentukan preferensi rasa dan kebiasaan makan anak. 

Baca Juga: 7 Makanan dengan Kalsium Lebih Tinggi dari Segelas Susu

Anak yang terbiasa dengan rasa manis berpotensi lebih menyukai makanan atau minuman manis, sehingga penerimaannya terhadap pilihan makanan yang lebih alami dan seimbang, seperti sayur, buah, dan sumber nutrisi lainnya, dapat menjadi lebih terbatas. 

Pada akhirnya, memilih produk nutrisi anak dapat dimulai dari langkah sederhana: membaca daftar komposisi, melihat bahan utama, memeriksa informasi nilai gizi, membatasi produk dengan gula tambahan yang tinggi, serta menyesuaikan pilihan dengan usia dan kebutuhan anak.

Prof. Rini juga menekankan bahwa tidak ada satu produk yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. “Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat,” tambah Prof. Rini.

Penting untuk diingat, Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi anak perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan anak, serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan, agar pemenuhan nutrisi dilakukan secara tepat, aman, dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.