Dalam memilih produk nutrisi anak, orang tua juga dapat memperhatikan bahan utama, sumber bahan, dan proses pengolahannya. Pada produk nutrisi berbasis susu, misalnya, orang tua dapat mencermati bagaimana bahan dasar susu dituliskan dalam daftar komposisi, serta apakah informasi mengenai sumber bahan dan proses produksi dijelaskan secara transparan.

Beberapa informasi seperti proses pengolahan dari bahan utama hingga menjadi produk akhir, maupun karakteristik produk seperti kemudahan larut saat disajikan, dapat menjadi bagian dari informasi yang membantu orang tua memahami produk secara lebih menyeluruh. Dengan begitu, orang tua tidak hanya melihat kandungan tambahan yang ditonjolkan pada kemasan, tetapi juga memahami bahan utama dan proses di balik produk tersebut.

4 Hal yang Bisa Diperhatikan Saat Cek Komposisi

Agar orang tua tidak bingung saat membaca label produk nutrisi anak, kebiasaan Cek Komposisi dapat dimulai dari beberapa langkah sederhana berikut:

  1. Lihat bahan yang tercantum paling awal

Menurut Prof. Rini, bahan yang berada pada urutan pertama dalam daftar komposisi umumnya merupakan komponen yang jumlahnya paling dominan dalam produk tersebut. Karena itu, urutan komposisi dapat membantu orang tua memahami bahan utama dalam suatu produk, bukan hanya melihat klaim atau kandungan tambahan yang ditonjolkan pada bagian depan kemasan. 

Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua dapat mencermati apakah susu tercantum sebagai salah satu bahan utama, serta bagaimana bahan tersebut dituliskan dalam daftar komposisi.

Baca Juga: Orang Tua Harap Tenang! Alergi Susu Sapi pada Anak Bisa Berkurang Seiring Pertambahan Usia

  1. Cermati jenis bahan utama dan sumbernya

Selain melihat urutan bahan, orang tua juga perlu memperhatikan jenis bahan dasar yang digunakan, terutama pada produk nutrisi berbasis susu. Jika susu segar tercantum sebagai komposisi utama, hal ini dapat menunjukkan bahwa produk tersebut menggunakan susu sapi segar sebagai bahan dasar dalam formulasinya. 

Melalui proses pengolahan yang lebih ringkas, bahan utama tersebut kemudian diproses menjadi produk akhir dengan tetap menjaga kualitas nutrisi alami susu tanpa melewati proses paparan panas tinggi berulang.

Sementara itu, apabila yang tercantum adalah susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, orang tua perlu memahami bahwa bahan dasar dan proses pengolahannya dapat berbeda. Susu rekonstitusi atau rekombinasi umumnya berbahan utama susu bubuk yang dicampur kembali dengan air dan komponen tambahan lainnya, kemudian melalui tahapan pengolahan lanjutan hingga menjadi produk akhir.

Sejumlah komponen nutrisi dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu dapat bersifat sensitif terhadap paparan panas tinggi dan proses pengolahan berulang. Oleh sebab itu, informasi mengenai bahan utama, sumber bahan, dan proses pengolahan menjadi penting untuk dicermati. Dengan memahami hal ini, orang tua tidak hanya menilai produk dari kandungan tambahan, tetapi juga dari transparansi bahan, sumber susu dan proses di balik produk tersebut.