Karena itu, dr. Bobby mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berolahraga saat kondisi cuaca sedang terik. Menjaga kecukupan cairan tubuh juga menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya heat stroke.
"Bagi teman-teman yang sedang berolahraga, khususnya dengan intensitas berat, pastikan tubuh tetap terhidrasi. Perhatikan juga suhu lingkungan. Kalau cuacanya sangat panas, sebaiknya olahraga ditunda dulu. Gunakan pakaian yang longgar dan jangan lupa beristirahat apabila mulai muncul keluhan," kata dr. Bobby.
dr. Bobby menambahkan, sejumlah gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain pusing, mual, muntah, napas terasa sangat berat, hingga muncul rasa ingin pingsan. Jika kondisi tersebut muncul, kata dia, ktivitas fisik sebaiknya segera dihentikan agar tidak berkembang menjadi heat stroke.
"Kalau muncul keluhan seperti pusing, mual, muntah, napas yang terlalu berat sampai rasa mau pingsan, jangan dipaksakan. Tetap waspada dan hati-hati selama berolahraga," tegasnya.
Sebagai informasi, heat stroke sendiri merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang ditandai dengan suhu tubuh mencapai atau melebihi 40 derajat Celsius.
Penderitanya dapat mengalami kebingungan, mengigau, kehilangan kesadaran, kulit terasa sangat panas, serta napas dan denyut jantung menjadi lebih cepat.
Apabila menemukan seseorang dengan gejala tersebut, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah segera memindahkan korban ke tempat yang lebih sejuk, melakukan pendinginan tubuh menggunakan kompres air dingin atau merendam tubuh jika memungkinkan, kemudian segera membawa pasien ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.
dr. Bobby menegaskan bahwa heat stroke bukan sekadar kondisi ‘kepanasan’ biasa. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ permanen bahkan mengancam nyawa.
"Ingat, heat stroke bukan sekadar kepanasan, tetapi kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian apabila terlambat ditangani. Karena itu, kenali gejalanya dan jangan ragu segera mencari pertolongan medis," pungkasnya.
Baca Juga: Benarkah Orang Gemuk Lebih Rentan Terserang Penyakit Jantung?