Said Iqbal sudah resmi menjadi bagian dari kekuasaan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026) lalu.
Said Iqbal kini mengemban tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Baca Juga: Jokowi Injak Kepala Kerbau di Atas Karpet Merah, Prosesi Adat atau Simbol Menghina PDI-P?
Jauh sebelum bergabung ke pemerintahan Prabowo Subianto, Said Iqbal memang sudah dikenal luas sebagai seorang aktivis ulung. Ia kerap turun ke jalan memimpin aksi unjuk rasa besar dari kalangan buruh.
Said Iqbal memang sosok yang ulet menyuarakan hak-hak buruh, itu sebabnya pria kelahiran Jakarta 5 Juli 1968 menjadi salah satu sosok sentral paling berpengaruh dan dihormati di kalangan buruh.
Pengaruh besarnya itu pula yang membawa Said Iqbal menjadi Ketum Partai Buruh sesaat setelah menghidupkan kembali partai politik tersebut beberapa tahun 2021 lalu.
Said Iqbal mengungkapkan alasan Partai Buruh dihidupkan kembali adalah terkait kekalahan perjuangan buruh dalam pembahasan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.
Iqbal juga mengatakan, Partai Buruh ingin memperjuangkan aspirasi para buruh dalam parlemen, sehingga, perjuangan para buruh tidak lagi hanya dilakukan di jalanan melalui aksi demonstrasi.
“Alasan Partai Buruh dihidupkan kembali, kekalahan telak kelas pekerja buruh tani, nelayan, guru, dan orang-orang kecil lain (terkait) Omnibus Law. Omnibus Law-lah, UU Cipta Kerja yang men-trigger Partai Buruh dihidupkan kembali,” kata Said Iqbal.
Di kalangan buruh, laki-laki jebolan Politeknik Universitas Indonesia, dan pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu memainkan peran ganda.
Di satu sisi ia duduk sebagai bos Partai Buruh lalu pada sisi lain ia memainkan peran sebagai Ketua Majelis Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Tak ada yang tahu persis alasan Said Iqbal memilih profesi aktivis buruh sebagai jalan hidupnya.
Tetapi yang jelas sejak 1992 ia telah melakoni pekerjaan itu. Ketika itu ia menjadi satu-satunya orang yang maju paling depan membela hak-hak buruh Perusahaan Elektronika di Kabupaten Bekasi.
Ini menjadi pintu masuk bagi Said Iqbal ke dalam dunia buruh yang membuatnya dapat mendirikan FSPMI sesaat setelah pemerintah membebaskan pendirian serikat pekerja tanpa harus berafiliasi kepada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Dedikasinya memperjuangkan hak buruh membuat Said Iqbal diganjar berbagai penghargaan bergengsi. Pada 2013 ia dinobatkan menjadi Tokoh Buruh Terbaik Dunia dan menyabet penghargaan internasional The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV.
Penghargaan ini diberikan untuk para aktivis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara masing-masing.
Baca Juga: Pakai Atribut PSI Saat Blusukan di Lampung, Jokowi Ngaku Disuruh Bro Kaesang
Prestasi puncak Said Iqbal hingga saat ini adalah Gerakan HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah) pada tahun 2012-2013.