Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, menilai, kebiasaan masyarakat menyimpan emas batangan secara fisik di dalam brankas mulai bergeser.

Perubahan tersebut terjadi seiring dengan berkembangnya layanan emas digital atau virtual gold yang dinilai lebih praktis dan fleksibel.

Menurut Jahja, menyimpan emas dalam bentuk fisik, terutama dalam jumlah besar, kini mulai dianggap sebagai cara lama.

Masyarakat memiliki alternatif untuk memiliki emas tanpa harus menyimpan batangan secara langsung di rumah.

“Nah, kalau batang emas itu udah old fashion pak. Sekarang ini adalah virtual gold. Nah, virtual gold bukan saya promosi ya,” tutur Jahja, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Senin (31/8/2026).

Jahja bahkan mengungkapkan bahwa dirinya turut menggunakan layanan emas digital.

Ia menyebut salah satu layanan yang digunakannya adalah Tring, layanan milik Pegadaian.

“Salah satu yang saya pakai juga, Tring, itu punya Pegadaian. Itu hebat. Nggak ada batangan yang disimpan gitu? Ya sedikit-sedikit ada, tapi kalau yang jumlah besar saya lebih baik virtual,” ungkapnya.

Baca Juga: Jahja Setiaatmadja BCA: Kalau Leader Gagal, Jangan Salahkan Anak Buah!