Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, menilai sikap rendah hati dan keterbukaan terhadap masukan merupakan karakter penting yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh merasa paling tahu hanya karena berada di posisi tertinggi dalam organisasi.

Jahja mengatakan, dinamika bisnis yang terus berubah menuntut organisasi untuk mampu bergerak secara cepat dan fleksibel. Kondisi tersebut membuat pemimpin tidak bisa hanya terpaku pada perencanaan dan target yang telah ditetapkan sejak awal.

“Ini membutuhkan organisasi yang cepat berubah. Kemudian keputusan-keputusan juga cepat harus diambil. Tidak berpatok pada planning awal,” ungkap Jahja, dikutip pada Jumat (28/8/2026).

Lebih jauh, Jahja mengaku sempat memiliki pandangan bahwa perencanaan, anggaran, dan target merupakan sesuatu yang harus dipegang secara ketat. Pandangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya di bidang akuntansi.

Menurut Jahja, ketika baru lulus kuliah, ia terbiasa menjadikan budget dan target sebagai pegangan utama dalam menjalankan organisasi. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa kondisi bisnis yang dinamis membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel.

“Pada saat saya lulus kuliah, itu berapa tahun pegangan saya tuh selalu namanya budget, target, itu nggak boleh tidak ada, harus ada. Pegangan itu,” katanya.

Namun, pengalaman membuatnya menyadari bahwa terlalu kaku berpegang pada rencana awal justru dapat membuat organisasi kehilangan momentum.

“Tetapi berjalannya waktu saya belajar, ternyata kalau kita terlalu kaku memegang planning target, tidak fleksibel, tidak dinamik, tidak cepat berubah, maka kita ketinggalan zaman,” tutur Jahja.

Karena itu, ia menilai, target dan rencana kerja perlu dievaluasi serta disesuaikan dengan perubahan kondisi. Menurutnya, masa lalu memang penting sebagai bahan pembelajaran, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan dalam mengambil keputusan untuk menghadapi masa kini.

“Itu menyebabkan bahwa target-target yang ada harus lebih fleksibel, harus lebih cepat direvisi, disesuaikan dengan keadaan,” ujarnya.

Baca Juga: Jahja Setiaatmadja BCA: Kalau Leader Gagal, Jangan Salahkan Anak Buah!