Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bakal blusukan ke berbagai daerah dalam waktu dekat. Mantan gubernur DKI Jakarta itu blusukan bareng Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jokowi blusukan membawa identitas politik baru sebagai Dewan Pembina PSI.
Adapun agenda blusukan itu menjadi yang pertama kali dilakukan Jokowi setelah terdepak dari PDI-Perjuangan pada 2024 lalu. Salah satu daerah yang menjadi tujuan blusukan Jokowi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu wilayah yang merupakan basis pendukung PDI-Perjuangan dan juga Jokowi.
Baca Juga: Bukan Sebagai Rakyat Biasa, Jokowi Turun Gunung Bawa Identitas Politik Baru
Identitas politik baru yang dibawa Jokowi diharapkan dapat menarik atensi masyarakat untuk mendukung PSI pada Pemilu mendatang. Namun langkah ini jelas tidak mudah dilakukan terutama kepada kelompok masyarakat yang dulunya mendukung Jokowi namun tetap loyal terhadap PDI-P ketika Jokowi cabut dari partai banteng tersebut.
Kelompok pendukung ini tidak bakal terpengaruh terhadap sosok Jokowi secara personal, mereka tegak lurus dan loyal kepada partai politik besutan Megawati Soekarnoputri tersebut. Buktinya tanpa Jokowi PDI Perjuangan masih sukses menang Pileg 2924 kendati harus takluk di Pilpres.
Fakta tersebut mengonfirmasi bahwa pengaruh Jokowi terhadap basis pemilih PDI-Perjuangan sangat kecil, mereka bakal bertahan mendukung PDI-Perjuangan ketimbang ikut Jokowi dan PSI.
"Problemnya pemilih PDI-P di 2024 lalu adalah pemilih ideologi dan pemilih militan PDI-P. Bukan karena Jokowi. Tanpa Jokowi sekalipun nyatanya PDIP masih menang Pileg," kata Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno kepada wartawan Senin (15/6/2026).
Menurut Adi para pendukung PDI-Perjuangan yang sekarang ini adalah murni pendukung partai sejak lama, mereka tidak bakal mudah digoyang dengan iming-iming politik dari sosok di luar PDI Perjuangan, sementara pendukung Jokowi yang tadinya turut mendukung PDI-Perjuangan dipastikan sudah ikut Jokowi sejak 2024.
“Sejak pecah kongsi di Pilpres 2024, pengikut Jokowi sudah tidak lagi bersama dengan PDI-P,” pungkas Adi.
Diberitakan sebelumnya, Jokowi bakal turun gunung memperkenalkan identitas politik baru setelah didepak PDI-Perjuangan pada 2024 lalu.
Jokowi yang vakum dan menjadi rakyat biasa dalam satu dua tahun belakangan ini bakal kembali menghentak panggung politik Tanah Air sebagai salah satu petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) partai politik yang dipimpin anaknya sendiri Kaesang Pangarep.
Hal ini telah dikonfirmasi Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie. Dia mengatakan Jokowi bakal menjadi Dewan Pembina PSI setelah bertahun-tahun lamanya menjadi loyalis PSI tanpa status yang jelas.
“Setelah struktur partai siap, Bapak Dewan Pembina dapat secara formal menjalankan perannya dan menyapa masyarakat di berbagai wilayah,”kata Grace dilansir Minggu (14/6/2026).
Jokowi bakal blusukan ke sejumlah wilayah di Indonesia bersama PSI dalam waktu dekat ini. Wilayah pertama yang bakal disasar Jokowi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: PDI-P Minta Jokowi Pamer Ijazah Saat Blusukan
Namun sebelum agenda blusukan itu benar-benar direalisasikan, PSI melakukan sejumlah persiapan penting.
“PSI secara nasional meminta seluruh DPW melengkapi struktur sampai tingkat desa dan kelurahan. Proses ini tidak hanya berlangsung di NTT, tetapi juga serentak di berbagai wilayah karena tahun depan kita memasuki tahapan verifikasi,” ujarnya.