Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengaku jika pihaknya masih mempertanyakan motif mantan Kapolri yang juga Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo Cs menyadap Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui, Presiden Prabowo resmi mencopot Jenderal Pol. (Purn) Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu, 4 November 2026
"Niatan kan sudah, kita juga bertanya-tanya," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Prabowo Mau Polemik Gibran Diselesaikan Lewat Jalur Politik
Baca Juga: Aktivis 98 Kasih Dua Pilihan ke Gibran: Mundur atau Dimakzulkan?
Baca Juga: Kasus Penyadapan Prabowo, Jokowi Harus Segera Ditangkap!
Lanjutnya, ia juga menyatakan pihak Istana masih menunggu proses penyidikan. Termasuk, informasi secara rinci siapa aktor intelektual di balik insiden ini.
Terkait itu, pihak Istana juga menyerahkan itu sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dalam melakukan penyidikan ini.
"Nanti pada waktunya pasti akan disampaikan," tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Negara menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas KSP.
"Ada konsekuensi logis karena salah satu tersangka adalah Kepala KSP. Oleh karena itu sampaikan pagi ini Presiden telah menandatangani Keppres Pemberhentian Listyo sigit dalam kapasitas beliau sebagai Kepala KSP dan selanjutnya Presiden menunjuk pelaksana tugas untuk sementara, beliau tunjuk Letjen Ariyo Windutomo," kata Pras.