Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M Qodari menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk segera turun langsung memantau situasi terkini aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Terkait itu, pihak Istana pun secara khusus menyoroti maraknya pesan yang menakut-nakuti warga dengan isu hoaks Tsunami. 

Baca Juga: Sebut Banjir Aceh Seperti Tsunami Kedua, Jusuf Kalla: Dulu Air dari Laut, Sekarang dari Gunung yang Membawa Kayu dan Lumpur

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi palsu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia juga memastikan seluruh informasi dari BNPB, BMKG, PVMBG, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian Kesehatan telah disinkronisasi

"Kami ulangi, Bakom mengimbau masyarakat merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi," terangnya, dalam konferensi pers darurat bertajuk Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau di Jakarta, Minggu (6/9) kemarin.

Baca Juga: Abu Anak Krakatau Mulai Menyebar, Orang Tua Wajib Waspadai Gejala Ini pada Anak

Lanjutnya, ia mengatakan semua perkembangan aktivitas Anak Krakatau akan disiarkan secara real time melalui kanal-kanal resmi pemerintah, guna menghindari narasi yang simpang siur di tengah masyarakat.

"Bakom memastikan komunikasi pemerintah berjalan dengan satu narasi, cepat dan berbasis data," tegasnya.

Sambungnya, "Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, berserta setiap potensi dampaknya. Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang," tegasnya.

Untuk itu, Kepala Negara telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk bergerak dengan prinsip kehati-hatian.

"Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama dari presiden dan pemerintah," tambahnya.

"Presiden dan pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama vulkanis masih turun," tukasnya.