Peringatan International Women’s Day (IWD) 2026 kembali menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya memperluas akses dan kesempatan bagi perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam ekosistem digital. Di kawasan Asia-Pasifik, inklusi digital dinilai memegang peranan penting dalam membuka peluang baru bagi perempuan dan anak perempuan untuk berpartisipasi secara lebih aktif dalam ekonomi masa depan.
Presiden Asia-Pasifik Equinix, Cyrus Adaggra, menilai bahwa masih banyak perempuan di kawasan ini yang menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses teknologi dan keterampilan digital. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan konektivitas, ketimpangan ekonomi, hingga kesenjangan literasi digital yang masih terjadi di berbagai komunitas.
Baca Juga: Memahami Makna 'Give to Gain' dalam Peringatan International Women’s Day 2026
Menurutnya, tema IWD tahun ini, “Give to Gain”, menjadi pengingat bahwa kemajuan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan berbagi sumber daya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“International Women’s Day menjadi pengingat penting akan betapa krusialnya inklusi digital bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh Asia-Pasifik. Tantangan seperti keterbatasan konektivitas dan kesenjangan literasi digital masih menghambat terciptanya kemajuan yang bermakna,” ujar Cyrux kepada Olenka pada Minggu (08/03/2026).
Ia menambahkan bahwa visi untuk membangun masa depan digital yang inklusif, berkelanjutan, dan saling terhubung menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesetaraan akses teknologi di berbagai wilayah.
Melalui Equinix Foundation, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat di bidang digital. Program-program tersebut mencakup literasi digital, pendidikan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), hingga dukungan pengembangan karier bagi generasi muda.
Pendekatan yang digunakan bersifat filantropi berbasis jaringan, di mana para karyawan perusahaan turut berperan aktif dalam menentukan arah program serta memberikan kontribusi melalui waktu, keahlian, dan sumber daya yang dimiliki.
Dengan pendekatan ini, dukungan yang diberikan diharapkan dapat menjangkau perempuan dan anak perempuan yang paling membutuhkan.
Baca Juga: 5 Penulis Perempuan yang 'Meramalkan' Krisis Dunia Melalui Buku Mereka
Berbagai mitra penerima hibah dari Equinix Foundation juga turut membantu mengurangi hambatan akses terhadap teknologi serta membuka peluang baru bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital.
Di Indonesia sendiri, percepatan inklusi digital dinilai menjadi langkah penting untuk mengatasi kesenjangan akses teknologi dan keterampilan digital, terutama bagi perempuan dan anak perempuan di komunitas yang kurang terlayani.
Padahal, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Namun, akses yang belum merata terhadap pendidikan digital serta jalur karier di sektor teknologi dinilai masih dapat membatasi partisipasi perempuan dalam bidang-bidang dengan pertumbuhan tinggi seperti teknologi dan inovasi.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Pia Alisjahbana, Perempuan Inspiratif di Balik Lahirnya Jurnalisme Mode
Karena itu, Cyrux menegaskan bahwa kemajuan nyata dalam inklusi digital hanya dapat terwujud melalui kerja sama berbagai pihak dengan menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap perubahan.
Menurutnya, ketika perempuan memiliki akses terhadap teknologi, keterampilan, serta kepercayaan diri untuk berkembang di era digital, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, hingga perekonomian secara lebih luas.
“Ketika kita memberikan akses, keterampilan, dan kepercayaan diri kepada perempuan dan anak perempuan, kita juga membangun komunitas yang lebih kuat, ekonomi yang lebih tangguh, serta masa depan digital yang lebih inklusif,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa masa depan ekonomi digital tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh sejauh mana inklusi dapat diwujudkan bagi semua orang.
“Ketika perempuan dan anak perempuan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara penuh, seluruh kawasan kita akan bergerak maju bersama,” tutupnya.