Instagram menghadirkan perlindungan baru bagi pengguna remaja dengan memberi tahu orang tua ketika aktivitas pencarian mereka mengindikasikan kemungkinan membutuhkan dukungan.

Melalui fitur pengawasan, orang tua akan menerima notifikasi jika remaja berulang kali mencari istilah yang berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.

Dikutip dari keterangan resmi Instagram, Kamis (20/8/2026), fitur ini bukan dirancang untuk memberikan diagnosis atau memastikan seorang remaja berada dalam kondisi berbahaya.

Sebaliknya, fitur tersebut bertujuan membantu orang tua mengetahui adanya aktivitas pencarian yang perlu diperhatikan sekaligus membuka ruang untuk memberikan dukungan kepada anak.

Instagram juga menyediakan materi dari para ahli yang dapat membantu orang tua memulai percakapan mengenai topik sensitif tersebut dengan remaja secara lebih tepat.

Bagaimana Cara Kerja Notifikasi Instagram?

Orang tua dan remaja yang menggunakan fitur pengawasan akan mendapatkan pemberitahuan bahwa Instagram mulai menerapkan notifikasi baru berdasarkan aktivitas pencarian remaja.

Pencarian yang dapat memicu notifikasi mencakup istilah yang mendorong tindakan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, ungkapan yang mengindikasikan keinginan untuk melukai diri, hingga istilah yang secara langsung berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri.

Namun, notifikasi tidak dikirim hanya karena seorang remaja melakukan satu kali pencarian. Instagram menetapkan ambang batas berupa beberapa kali pencarian dalam waktu singkat.

Menurut Meta, pendekatan tersebut dibuat untuk mencari keseimbangan antara membantu orang tua mengetahui adanya potensi masalah dan menghindari notifikasi yang tidak diperlukan.

Notifikasi dapat dikirim melalui email, SMS, WhatsApp, maupun notifikasi di dalam aplikasi, bergantung pada informasi kontak yang tersedia.

Ketika dibuka, orang tua akan melihat pesan yang menjelaskan bahwa anak mereka telah beberapa kali mencoba mencari istilah terkait bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat. Orang tua kemudian dapat mengakses panduan dari para ahli untuk membantu memulai percakapan dengan remaja secara lebih tepat.

Pencarian Berisiko Akan Diblokir

Notifikasi kepada orang tua merupakan bagian dari sistem perlindungan yang telah diterapkan Instagram untuk akun remaja.

Instagram menyatakan bahwa sebagian besar remaja tidak menggunakan platform tersebut untuk mencari konten terkait bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri.

Jika pencarian semacam itu dilakukan, platform akan memblokir hasil pencarian yang secara jelas berkaitan dengan topik tersebut dan mengarahkan pengguna kepada sumber bantuan serta organisasi yang dapat memberikan dukungan.

Instagram juga memiliki kebijakan yang melarang konten yang mempromosikan atau mengagungkan bunuh diri maupun tindakan menyakiti diri sendiri.

Konten yang membahas pengalaman pribadi terkait isu tersebut dapat tetap diizinkan dalam kondisi tertentu, tetapi Instagram menyatakan bahwa konten tersebut tidak ditampilkan kepada pengguna remaja, termasuk ketika dibagikan oleh akun yang mereka ikuti.

Untuk pencarian yang berkaitan dengan kesehatan mental secara lebih umum tetapi tidak secara jelas mengarah pada bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri, pengguna juga dapat diarahkan ke panduan dan sumber bantuan yang relevan.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Nadira Alivia Manfaatkan Instagram untuk Edukasi Pendidikan bagi Anak dengan Disabilitas

Mengapa Orang Tua Tidak Langsung Perlu Panik?

Instagram menyadari bahwa menerima pemberitahuan mengenai pencarian bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dapat membuat orang tua khawatir.

Karena itu, notifikasi tersebut sebaiknya dipandang sebagai sinyal untuk membuka komunikasi, bukan sebagai bukti bahwa seorang remaja pasti sedang memiliki keinginan untuk menyakiti dirinya.

Meta mengatakan bahwa pihaknya menganalisis perilaku pencarian di Instagram dan berkonsultasi dengan para ahli dari Suicide and Self-Harm Advisory Group sebelum menetapkan ambang batas notifikasi.

Perusahaan juga mengakui bahwa dalam beberapa kasus, orang tua mungkin menerima notifikasi meskipun sebenarnya tidak terdapat risiko serius.

Namun, pendekatan tersebut dinilai sebagai titik awal yang tepat karena sistem tetap mengutamakan kehati-hatian. Meta mengatakan akan terus mengevaluasi penerapannya dan mendengarkan masukan untuk menyempurnakan fitur tersebut.

Bagi orang tua, notifikasi ini dapat menjadi kesempatan untuk lebih peka terhadap kondisi anak. Alih-alih langsung menghakimi atau memarahi, orang tua dapat menggunakannya sebagai alasan untuk membuka percakapan secara tenang dan menunjukkan bahwa anak memiliki ruang yang aman untuk bercerita.

Perlindungan Remaja Terus Diperluas

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta memperkuat perlindungan bagi pengguna remaja.

Pada Juli 2026, Meta juga mengumumkan fitur yang memungkinkan orang tua yang menggunakan pengawasan Instagram menerima pemberitahuan ketika remaja menunjukkan tanda-tanda tekanan emosional dalam percakapan tertentu dengan Meta AI, termasuk pembahasan mengenai bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri.

Meta menyebut bahwa mereka juga terus mengembangkan perlindungan bagi remaja yang semakin banyak menggunakan AI untuk mencari dukungan atau berbicara mengenai persoalan pribadi.

Dengan berbagai fitur tersebut, pendekatan yang dibangun Instagram tidak hanya berfokus pada memblokir konten berbahaya, tetapi juga memberi orang tua informasi yang dapat membantu mereka hadir ketika anak mungkin membutuhkan dukungan.

Baca Juga: Meta Tambah Pengawasan AI untuk Remaja, Mulai dari Notifikasi Self-Harm hingga Batasan Konten