-
Tidur Terlalu Lama untuk "Balas Dendam"
Banyak orang memanfaatkan akhir pekan untuk membayar utang tidur setelah kurang istirahat selama hari kerja. Namun, kebiasaan tidur terlalu lama justru bisa berdampak kurang baik.
Sebuah penelitian menemukan bahwa setiap tambahan satu jam tidur di akhir pekan berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas sebesar 3%.
Bukan berarti kamu tidak boleh tidur lebih lama sesekali. Namun, yang lebih penting adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari. Kurang tidur maupun pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme biologis tubuh, meningkatkan lemak tubuh, hingga memengaruhi metabolisme.
Menurut Langhough, pola tidur yang berantakan juga dapat mengacaukan hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, keinginan makan bisa meningkat dan pola makan menjadi lebih sulit dikendalikan keesokan harinya.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini 5 Metode Diet Terbaik untuk Kesehatan Jantung
-
Berhenti Mencatat Asupan Makanan
Membuat jurnal makanan atau mencatat apa yang dikonsumsi setiap hari merupakan salah satu kebiasaan yang terbukti membantu proses penurunan berat badan. Namun, kebiasaan ini sering kali terhenti saat akhir pekan.
Melissa Mitri menjelaskan bahwa penelitian terbaru menemukan kebiasaan memantau asupan makanan cenderung menurun dari Kamis hingga Minggu. Pada periode yang sama, asupan kalori justru meningkat.
Jika kondisi ini terjadi hampir setiap minggu, defisit kalori yang sudah dibangun selama hari kerja bisa berkurang sehingga proses penurunan berat badan menjadi lebih lambat.
Kalau tidak sempat mencatat semua makanan yang dikonsumsi, setidaknya tuliskan makanan utama atau camilan yang paling tinggi kalorinya. Langkah sederhana ini tetap bisa membantu kamu lebih sadar terhadap pola makan selama akhir pekan.
Semoga bermanfaat, ya!