Siapa nih yang punya resolusi berat badan turun sebelum akhir tahun? Kalau kamu salah satunya, menjaga pola makan dan rutin olahraga memang jadi dua kunci utama. Tapi ternyata, kebiasaan yang kamu lakukan saat akhir pekan juga bisa berpengaruh pada angka di timbangan, lho!

Saat akhir pekan, rutinitas biasanya jadi lebih santai. Mulai dari bangun lebih siang, lebih sering makan di luar, nongkrong sambil menikmati minuman favorit, sampai melewatkan jam makan karena jadwal yang berubah. 

Sebenarnya, tidak ada salahnya menikmati waktu libur dan bersosialisasi. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan saat akhir pekan justru bisa menghambat proses penurunan berat badan.

Menurut ahli gizi seperti disadur dari laman Eating Well, Sabtu (1/8/2026),  ada lima kebiasaan akhir pekan yang bikin diet berantakan dan sebaiknya mulai dihindari agar target berat badanmu lebih mudah tercapai.

Baca Juga: Mau Diet Lebih Maksimal? Bobby Ida Sebut 3 Minuman yang Mendukung Pembakaran Lemak

  1. Sering Makan di Luar Rumah

Sesekali makan di restoran tentu tidak akan langsung menggagalkan program penurunan berat badan. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan beberapa kali sepanjang akhir pekan, asupan kalori bisa meningkat tanpa disadari. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa makan malam di luar rumah dapat menambah sekitar 390 kalori dibandingkan dengan makanan yang dimasak sendiri di rumah.

Menurut ahli gizi Jordan Langhough, makanan di restoran umumnya mengandung lebih banyak kalori, natrium, dan lemak. Selain itu, porsi yang lebih besar serta cara pengolahannya juga dapat membuat asupan kalori meningkat, meski menu yang dipilih terlihat sehat.

Sekilas memang tidak terasa signifikan. Namun, dari Jumat malam hingga Minggu malam, ada sekitar tujuh waktu makan yang berpotensi dihabiskan di luar rumah. Jika sebagian di antaranya diganti dengan masakan rumahan, kamu akan lebih mudah mengontrol porsi makan sekaligus menjaga asupan kalori tetap sesuai target.

  1. Abai dengan Kalori Minuman

Tanpa disadari, minuman yang dikonsumsi sepanjang akhir pekan juga bisa menyumbang cukup banyak kalori. Misalnya, memulai hari dengan iced latte, menikmati smoothie saat sore, lalu menutup hari dengan koktail ketika makan malam. Jika dijumlahkan, ketiganya bisa menyumbang sekitar 500–850 kalori dalam sehari, tergantung ukuran porsinya.

Menurut Langhough, kalori dari minuman sering kali luput dari perhatian karena tidak memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan. Padahal, kalori cair tetap dihitung sebagai bagian dari total asupan harian dan dapat menghambat proses penurunan berat badan.

Bukan berarti kamu harus hanya minum air putih sepanjang akhir pekan. Namun, cobalah lebih bijak dalam memilih minuman. 

Misalnya, jika ingin menikmati smoothie buah, imbangi dengan memilih kopi hitam atau iced coffee tanpa tambahan susu dan gula, atau mengurangi konsumsi minuman beralkohol di kesempatan lain. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati akhir pekan tanpa membuat asupan kalori berlebihan.

Baca Juga: Berat Badan Sulit Turun Meski Diet dan Olahraga? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi

  1. Absen dari Kebiasaan Merencanakan Makan

Merencanakan menu makan menjadi salah satu cara yang efektif untuk membantu menurunkan berat badan. Sayangnya, banyak orang hanya melakukannya saat hari kerja, lalu berhenti ketika akhir pekan tiba. 

Padahal, menurut ahli gizi Melissa Mitri, melewatkan perencanaan makan selama dua hingga tiga hari bisa membuat seseorang lebih mudah mengambil keputusan makan secara spontan yang kurang sesuai dengan target penurunan berat badan.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menyiapkan menu. Jika berencana makan di luar, cobalah melihat menu restoran terlebih dahulu atau konsumsi camilan tinggi protein sebelum berangkat agar tidak terlalu lapar saat memilih makanan.

  1. Tidur Terlalu Lama untuk "Balas Dendam"

Banyak orang memanfaatkan akhir pekan untuk membayar utang tidur setelah kurang istirahat selama hari kerja. Namun, kebiasaan tidur terlalu lama justru bisa berdampak kurang baik. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa setiap tambahan satu jam tidur di akhir pekan berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas sebesar 3%.

Bukan berarti kamu tidak boleh tidur lebih lama sesekali. Namun, yang lebih penting adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari. Kurang tidur maupun pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme biologis tubuh, meningkatkan lemak tubuh, hingga memengaruhi metabolisme.

Menurut Langhough, pola tidur yang berantakan juga dapat mengacaukan hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, keinginan makan bisa meningkat dan pola makan menjadi lebih sulit dikendalikan keesokan harinya.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini 5 Metode Diet Terbaik untuk Kesehatan Jantung

  1. Berhenti Mencatat Asupan Makanan

Membuat jurnal makanan atau mencatat apa yang dikonsumsi setiap hari merupakan salah satu kebiasaan yang terbukti membantu proses penurunan berat badan. Namun, kebiasaan ini sering kali terhenti saat akhir pekan.

Melissa Mitri menjelaskan bahwa penelitian terbaru menemukan kebiasaan memantau asupan makanan cenderung menurun dari Kamis hingga Minggu. Pada periode yang sama, asupan kalori justru meningkat. 

Jika kondisi ini terjadi hampir setiap minggu, defisit kalori yang sudah dibangun selama hari kerja bisa berkurang sehingga proses penurunan berat badan menjadi lebih lambat.

Kalau tidak sempat mencatat semua makanan yang dikonsumsi, setidaknya tuliskan makanan utama atau camilan yang paling tinggi kalorinya. Langkah sederhana ini tetap bisa membantu kamu lebih sadar terhadap pola makan selama akhir pekan.

Semoga bermanfaat, ya!