Industri perkebunan sawit menjadi salah satu pilar penting penyangga ekonomi Indonesia. Keberadaannya turut menopang kas negara lewat kontribusi sumbangan terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 3,5 persen dan 13,5 persen devisa lewat ekspor nonmigas yang menjadikannya salah satu penyumbang devisa ekpor terbesar setelah Batu Bara.
Baca Juga: Seberapa Besar Kontribusi Industri Sawit terhadap Petani dan Masyarakat Indonesia?
“Sebagaimana kita ketahui, kalau kita lihat data-data yang ada ya, baik itu dari badan pusat statistik, dari kementerian keuangan dan lain sebagainya, itu jelas bahwa sawit ini berkontribusi sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia,” kata Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edi Suhardi kepada Olenka.id ditulis Kamis (16/4/2026).
Tak hanya itu, industri sawit juga turut mendorong pertumbuhan sosial ekonomi yang berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Industri sawit secara signifikan menyerap ribuan bahkan jutaan tenaga kerja.
“Tapi juga selain manfaat ekonomi, kita juga lihat daripada sosial ekonomi ya, yang mana sawit ini telah memberikan peluang untuk bekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, hampir 17 juta jiwa,” ujarnya.
Tercatat sejak 2022 hingga 2026 total industri sawit telah menyerap sekitar 16,2 hingga 19,5 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Dari jumlah itu 9,7 juta di antaranya adalah tenaga kerja langsung di perkebunan, sementara sisanya tersebar di sektor logistik dan penunjang lainnya.
Data ini mengonformasi bahwa industri sawit menjadi salah satu industri komoditas yang paling tinggi menyerap tenaga kerja
“Dan ini sangat luar biasa, mungkin merupakan salah satu industri komoditas yang paling tinggi dalam menyerap tenaga kerja dan juga dampak multiplayer-nya,” ucapnya.
Selain dua faktor di atas industri sawit juga berdampak langsung pada perkembangan sosial politik Tanah Air. Industri ini sukses menyelamatkan banyak masyarakat dari perangkap kemiskinan, industri tersebut turut mendorong tingkat kesejhteraan masyarakat terutama petani dan masyarakat sekitar perkebunan sawit.
“Jadi ini dampak sosial ekonomi, sosial politik juga sangat nyata, karena dengan adanya sawit, masyarakat semakin berkembang, tingkat kemiskinan juga jauh berkurang, dan dari sisi sosial kohesivitas juga semakin tinggi, karena tingkat kesejahteraan masyarakat membaik,” ucapnya.
Baca Juga: Kisah Dokter Kembangkan Produk Turunan Kelapa Sawit
“Sehingga kalau kita lihat, dari sisi sosial ekonomi, tidak bisa dinafikan lagi bahwa sawit merupakan satu-satunya industri yang paling signifikan kontribusinya pada pembangunan nasional dan juga pembangunan daerah,” tambahnya memungkasi.