"Kemitraan ini bukan sekadar menghadirkan sebuah kompetisi, tetapi menjadi awal dari komitmen jangka panjang untuk mengembangkan talenta, memperkuat komunitas Latin dance di kawasan, serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi para penari di panggung berstandar dunia. Kami percaya Indonesia memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat Latin dance internasional, dan kami optimistis festival ini akan terus bertumbuh menjadi agenda bergengsi yang memperkuat posisi Indonesia di peta Latin dance dunia," sambung Billy.
Executive Producer, Tiara Josodirdjo, mengatakan, festival ini memang dirancang sebagai langkah jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai titik temu komunitas Latin dance dunia.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat komunitas Latin dance di kawasan Asia Pasifik. Melalui Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026, kami ingin memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya kaya akan budaya dan talenta kreatif, tetapi juga mampu menyelenggarakan event dansa berstandar internasional. Kami bangga menjadi negara pertama yang memperoleh lisensi resmi dari The Summit Championship, New York, untuk menyelenggarakan Asia-Pacific Summit International Competition. Kami berharap pencapaian ini semakin membuka peluang kolaborasi global sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menjadikan seni tari sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat, positif, dan mampu mempererat hubungan antarmanusia melalui bahasa universal, yaitu musik dan gerakan," kata Tiara.
Menurutnya, penyelenggaraan festival ini bukan hanya menghadirkan kompetisi internasional, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperluas posisi Indonesia sebagai destinasi penyelenggaraan event kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis seni pertunjukan.
Senada dengan itu, Festival Director Ferdiansah Dela berharap festival ini menjadi fondasi bagi berkembangnya ekosistem Latin dance nasional.
"Kami berharap Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit menjadi awal tumbuhnya ekosistem Latin dance yang semakin kuat di Indonesia. Melalui festival ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi, mendorong lahirnya talenta baru, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi penting bagi penyelenggaraan festival seni dan budaya bertaraf internasional," ujarnya.
Sementara itu, Artistic Director Reyno Tommy menekankan bahwa nilai utama Latin dance terletak pada hubungan antarmanusia yang dibangun melalui musik dan gerakan.
"Salsa adalah tentang koneksi, kebersamaan, dan komunitas. Kami berharap festival ini menjadi ruang bagi para penari Indonesia untuk belajar dari para maestro dunia, membangun jejaring internasional, sekaligus memperkuat komunitas Latin dance di Indonesia agar terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global," tutur Reyno.
Ke depan, penyelenggara menargetkan Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit berkembang menjadi salah satu festival Latin dance terbesar di Asia Pasifik dengan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara.
Selain memperkuat ekosistem seni pertunjukan, ajang ini diharapkan semakin mengukuhkan citra Indonesia sebagai negara yang kreatif, inklusif, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai perhelatan seni budaya berstandar internasional.
Menutup peluncuran festival, Tiara kembali menegaskan bahwa semangat utama acara ini adalah membangun kolaborasi lintas budaya melalui seni.
"Kami percaya bahwa seni selalu memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia, melampaui bahasa, budaya, maupun batas negara. Melalui rangkaian program ini kami ingin menghadirkan Indonesia bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai rumah bagi kolaborasi, kreativitas, dan persahabatan global. Kami berharap setiap peserta yang datang ke Indonesia tidak hanya pulang membawa pengalaman berkompetisi, tetapi juga membawa cerita tentang kekayaan budaya dan kualitas penyelenggaraan event di Indonesia," tutup Tiara.
Baca Juga: Indonesia Summit 2026 Siap Digelar, Satukan Pemimpin dan Generasi Muda Bahas Era Algoritma