Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam  acara resmi perayaan Ramadan dan HUT ke-51 Hotel Borobudur Jakarta mengungkapkan komitmennya dalam Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia melalui kolaborasi Hexahelix. Kolaborasi ini melibatkan enam pihak penting, yaitu pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, media, komunitas, dan dunia bisnis. 

Dengan menggandeng berbagai pihak ini, Kemenekraf berharap dapat mendorong pengembangan riset, pendidikan, serta perlindungan terhadap kreativitas. Teuku Riefky juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan semangat Kabinet Merah Putih. 

"Zamannya sekarang kami diminta Pak Presiden untuk terus kolaborasi, karena tidak mungkin sendiri, maka harus dengan bisnis, dengan asosiasi, kemudian juga dengan lembaga keuangan, kampus, media, dan lain-lain. Melalui semangat kolaborasi Hexahelix, diharapkan program unggulan Kementerian Ekraf dan Badan Ekraf yang kami sebut dengan ASTA Ekraf dapat terlaksana dengan optimal sehingga memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi pegiat Ekraf," ujar Teuku yang ditemui dalam acara perayaan Ramadan dan HUT ke-51 Hotel Borobudur Jakarta, pada Minggu (24/03/2025).

Teuku Riefky menambahkan bahwa melalui semangat kolaborasi Hexahelix ini, Kementerian Ekraf dan Badan Ekraf berharap program unggulan mereka, yang disebut ASTA Ekraf, dapat terlaksana dengan optimal. Menurutnya, program  ini dirancang untuk memperkuat setiap tahapan rantai nilai ekonomi kreatif.

Baca Juga: Mengulik Tokoh Kreatif Handoko Hendroyono, Salah Satu Pendiri M Bloc Space

“Program Ekraf dirancang untuk memperkuat setiap tahapan rantai nilai ekonomi kreatif mulai dari tahapan kreasi, produksi, distribusi, konsumsi hingga konservasi sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Teuku kembali menegaskan bahwa Ekonomi Kreatif juga harus menjaga 6 rantai nilai ini untuk 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia termasuk fashion, kuliner, kerajinan, hingga yang film, animasi, musik, dan kali ini juga yang sedang bertumbuh pesat yaitu game development dan application development. 

Menteri Ekraf juga mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra strategis, yaitu Kementerian Perdagangan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

“Kolaborasi dan MoU ini merupakan langkah konkret untuk memperluas dampak ekonomi kreatif sekaligus menjawab tantangan global dengan pendekatan holistik. Kami berkomitmen untuk mendukung upaya bersama Kementerian Perdagangan dalam meningkatkan akses pasar yang lebih luas bagi produk ekonomi kreatif hingga market internasional. Sehingga dapat mendorong program kami yang kami sebut dengan Pasar Ekraf,” paparnya lagi.

Baca Juga: Perkuat Industri Kreatif Indonesia, Seven Sunday Films Gelar Cocktails & Commercials

Menurut Teuku, salah satu program yang ditekankan saat ini pada kementerian Ekonomi Kreatif adalah Pasar Ekraf, yang bertujuan untuk meningkatkan akses pasar yang lebih luas bagi produk ekonomi kreatif Indonesia, hingga ke pasar internasional.

Di era digital saat ini, Keamanan siber juga menjadi perhatian utama, dengan Menteri Ekraf bersama BSSN berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran pegiat ekonomi kreatif akan pentingnya perlindungan data dan keamanan siber. Langkah ini akan memperkuat fondasi program data Ekraf.

Selain itu, dalam upaya memperluas ruang usaha bagi pegiat ekonomi kreatif, Teuku Riefky menyampaikan target ambisius untuk menciptakan 100 ribu ruang usaha di tahun ini. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang signifikan. Dengan perkiraan, setiap pegiat ekonomi kreatif dapat merekrut hingga 5 pegawai, maka sektor ini bisa menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja.