Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pemerintahan di Indonesia membutuhkan sistem demokrasi gotong-royong dan bukan sistem yang oposisi.

Hal tersebut dikatakan usai dirinya menghadiri acara open house griya Idul Fitri di Kediaman Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Umum Partai Golkar

Baca Juga: PDIP: Bu Mega dan Pak Prabowo Punya Ikatan Batin yang Kuat

Baca Juga: Pengakuan Golkar: Belum Bahas-Bahas Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

"Kita enggak butuh oposisi, kita butuh gotong-royong, kita butuh demokrasi gotong-royong dan tidak dibutuhkan lagi oposisi," katanya, Kamis malam.

Lanjutnya, ia juga merespons rencana calon presiden terpilih Prabowo Subianto yang berencana merangkul seluruh partai politik untuk bersatu memajukan bangsa.

Selain itu, terkait rekonsiliasi usai Pemilu, ia menyatakan konsekuensinya yakni merangkul semua pihak, termasuk parpol pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Sementara terkait hadirnya oposisi untuk checks and balances, ia menilai bersatu bukan berarti pengawasan tidak hidup.

Menurutnya, hal tersebut bisa dimusyawarahkan dalam sistem demokrasi. Seperti, Golkar dan partai lain dalam satu koalisi. Ia menilai persatuan tersebut bukan berarti satu pandangan.  

"Kalau oposisi kan bicara kebanggaan, kadang-kadang lari dari substansi. Tapi kalau satu koalisi, kita bisa bicara dari hati ke hati, yang lebih baik untuk masyarakat adil dan makmur," terangnya.