Sebagai perayaan gaya yang terinspirasi dari perjalanan, rangkaian acara Heritage on The Move menghadirkan trunk show bertajuk 'The Festive Spirit of Raya Harmony Wastra".

Peragaan ini menampilkan berbagai interpretasi wastra Nusantara dalam balutan desain kontemporer dari kolaborasi Pendopo bersama sejumlah desainer dan brand lokal.

Koleksi yang ditampilkan antara lain berasal dari Adrie Basuki, Djon n Rose dengan motif lukisan maestro S. Sudjojono, Tenun Gaya, Smaukita, Kain Batik Dudung, Gitaratna, hingga Barilie. Melalui kurasi tersebut, wastra tradisional dihadirkan dalam tampilan modern yang tetap menghormati akar budayanya.

Tak hanya menampilkan karya fashion, acara ini juga menghadirkan sesi talkshow bertema “Mudik Chic.” Diskusi ini membahas inspirasi gaya perjalanan yang nyaman namun tetap stylish, pilihan produk lokal yang praktis dibawa saat mudik, hingga tips packing agar perjalanan tetap ringan dan rapi.

Sesi ini menghadirkan Putu Laura, Fredi Firmansyah, serta travel influencer Kevin Benedico yang berbagi pengalaman tentang cara bepergian dengan tetap penuh gaya.

Dalam diskusi tersebut, Kevin juga membagikan lima barang penting yang biasanya ia bawa saat bepergian, mulai dari tote bag hingga parfum travel size.

“Kalau aku biasanya selalu membawa beberapa hal yang simpel tapi kepakai sepanjang perjalanan, mulai dari tote bag untuk menyimpan barang, parfum travel size supaya tetap fresh, camilan ringan untuk teman di perjalanan, sampai obat-obatan. Menariknya, berbagai produk tersebut juga tersedia di Pendopo dan cukup fungsional untuk dibawa saat mudik. Jadi selain praktis digunakan selama perjalanan, pilihan ini juga menjadi cara sederhana untuk ikut mendukung produk lokal,” ujar Kevin.

Sejalan dengan semangat tersebut, Pendopo juga menghadirkan pop-up store di Stasiun Gambir yang menampilkan berbagai produk lokal pilihan yang relevan untuk kebutuhan perjalanan.

Melalui pop-up store ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat karya para pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Pop-up store Pendopo dapat dikunjungi di Stasiun Gambir hingga 31 Mei 2026.

Menutup rangkaian acara, Putu Laura berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak ruang bagi budaya dan produk lokal untuk hadir di tengah masyarakat luas.

“Melalui kolaborasi ini, Pendopo berharap dapat terus menghadirkan ruang baru bagi produk dan budaya lokal untuk berinteraksi dengan masyarakat luas. Dengan ini kami juga ingin menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia dapat terus bergerak dan berevolusi, hadir dalam berbagai momen kehidupan,” tutupnya.

Baca Juga: Pendopo Tampilkan Harmoni Wastra dari Timur Indonesia dalam Pagelaran 'Aku, Wastra, Kisah'