Banyak orang sering mendengar nasihat jangan langsung rebahan setelah makan karena bisa bikin cepat gemuk. Namun, menurut dokter sekaligus entrepreneur Tirta Mandira Hudhi, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dokter Tirta menjelaskan bahwa kebiasaan langsung rebahan setelah makan memang tidak dianjurkan, tetapi alasannya bukan karena tubuh langsung menimbun lemak dan membuat berat badan naik secara instan.

Menurut dokter Tirta, proses pencernaan makanan di dalam tubuh tidak terjadi secara instan. Tubuh memerlukan waktu cukup lama untuk mengolah makanan yang baru saja dikonsumsi.

“Tubuh tidak langsung mencerna kayak gitu. Ketika makanan masuk ke dalam tubuh, itu harus diolah di lambung dulu selama beberapa jam. Setelah itu keluar ke usus, baru mengalami penyerapan. Proses dari masuk ke mulut sampai diserap oleh tubuh itu bisa 6 sampai 8 jam," ungkap dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (16/3/2026).

Karena prosesnya panjang, rebahan setelah makan tidak otomatis membuat seseorang langsung bertambah berat badan.

“Jadi bukan berarti ketika kamu habis makan terus rebahan itu langsung gembrot. Enggak," tegas dokter Tirta.

Menurutnya, berat badan lebih dipengaruhi oleh jenis makanan, jumlah kalori, dan pola hidup secara keseluruhan, bukan sekadar posisi tubuh setelah makan.

Baca Juga: Stres Berlebih Bisa Ganggu Tidur Nyenyak, Ini Saran Dokter Tirta

Meski tidak selalu menyebabkan kegemukan, dokter Tirta tetap menyarankan agar tidak langsung rebahan setelah makan. Hal ini karena posisi tubuh yang horizontal dapat memengaruhi sistem pencernaan.

“Pada dasarnya habis makan terus rebahan itu hanya bisa menyebabkan dua penyakit, namanya dispepsia sama GERD," bebernya,

Dispepsia sendiri adalah kondisi gangguan pencernaan yang membuat perut terasa tidak nyaman, kembung, atau sebah. Sementara Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

dokter Tirta menjelaskan bahwa posisi rebahan membuat gravitasi tidak lagi membantu makanan tetap berada di lambung.

“Karena gravitasi, terus rebahan otomatis makanan jadi horizontal di tubuh kita. Jadinya bisa refluks," tukasnya.

Akibatnya, kata dia, makanan dan asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan dan memicu berbagai keluhan pencernaan.

“Itu bisa membuat perut menjadi sebah, dispepsia, dan bisa menyebabkan refluks jadinya GERD. Bukan gembrot, tapi mengganggu sistem penceraan," pungkas dokter Tirta.

Baca Juga: Pandangan Dokter Tirta Soal Kondisi Anak yang Sering Jatuh Sakit