Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut merespons usulan dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Terkait usulan tersebut, ia menyebut jika kebijakan untuk menaikkan BBM dinilai tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa pemerintah menghargai setiap masukan yang berkembang di ruang publik.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Dapat Perintah Langsung dari Presiden: Jangan Takut, Harga BBM Tak Naik hingga Akhir 2026

Baca Juga: Sudah Ngobrol dengan Pertamina, Andre Rosiade Minta Masyarakat Tak Panik, Stok BBM Masih Aman

"Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga BBM," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2025).

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan jika Kepala Negara telah memberikan instruksi tegas agar harga BBM bersubsiti tetap dijaga dan terjangkau masyarakat kecil.

"Namun mohon maaf, hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil," terangnya.

Sambungnya, pemerintah akan menempuh langkah efisiensi dan refocusing anggaran guna melindungi kelompok masyarakat rentan dari dampak berantai kenaikan harga BBM.

"Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik," tukasnya.

Sebellumnya, Jusuf Kalla mengusulkan pemerintah memangkas subsidi BBM melalui penyesuaian harga.

Menurut JK, kebijakan subsidi yang besar berpotensi memperlebar defisit APBN dan menambah beban utang negara.