Karena itu, menurut Ligwina, persiapan pensiun tidak hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga membangun kemampuan agar tetap produktif sepanjang hidup.

Lebih jauh, Ligwina mengatakan, ada tiga hal yang sebaiknya terus dipersiapkan sejak dini agar masa pensiun lebih aman secara finansial.

Pertama, terus meningkatkan keterampilan atau skill agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan memiliki profesi yang bisa menghasilkan pendapatan dalam jangka panjang.

"Memupuk terus skill kita apa, supaya kita bisa punya profesi yang sesuai zaman terus," ujarnya.

Kedua, memahami kondisi keluarga di Indonesia yang banyak menghadapi beban finansial lintas generasi. Menurutnya, istilah Sandwich Generation bahkan terasa kurang menggambarkan realitas masyarakat Indonesia.

"Jadi namanya Sandwich Generation, aku merasa kalau di Indonesia kita kan enggak makan sandwich ya. Namanya udah bukan Sandwich Generation, namanya Ayam Geprek Generation," kata Ligwina, diselingi candaan khasnya.

Selain dana darurat, Ligwina juga mengingatkan pekerja lepas atau freelancer agar memiliki cadangan dana tambahan yang ia sebut sebagai dana plus one.

Menurutnya, berbeda dengan karyawan yang memiliki kepastian menerima gaji setiap bulan, freelancer harus memastikan sendiri pendapatan untuk bulan berikutnya.

"Kalau karyawan kan garansi dapat gaji tiap bulan, kalau freelance berarti dia harus menggaransi gaji bulan depannya sendiri. Berarti dia harus punya selain dana darurat, aku menyebutnya dana plus one," tandasnya.

Dana tersebut berfungsi sebagai bantalan ketika proyek atau pemasukan tertunda, sehingga kondisi keuangan tetap aman tanpa harus berutang.

Baca Juga: Bukan Potong Gaji, Begini Cara Efektif Displikan Karyawan Indisipliner