Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi sorotan publik setelah diumumkan bergabung sebagai anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, lembaga filantropi global milik Bill Gates. Penunjukan ini menuai apresiasi luas, namun juga memunculkan perbincangan mengenai kisaran gaji yang disebut mencapai Rp5,5 miliar per tahun.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Gates Foundation maupun dari Sri Mulyani terkait besaran kompensasi yang diterima. Angka tersebut masih bersumber dari estimasi data umum dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca Juga: Menengok Sepak Terjang Sri Mulyani: Dosen yang Menjadi Menteri Keuangan di Tiga Era Presiden
Pengumuman Resmi Gates Foundation
Gates Foundation secara resmi mengumumkan penunjukan Sri Mulyani sebagai anggota Dewan Pengurus pada 13 Januari 2026. CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyampaikan bahwa pengalaman Sri Mulyani di bidang kebijakan fiskal, pembangunan, dan ekonomi global dinilai sangat relevan dengan misi yayasan dalam mendorong pertumbuhan inklusif serta pengentasan kemiskinan.
Sri Mulyani menyatakan rasa terhormat dapat bergabung dengan yayasan filantropi yang memiliki visi jangka panjang hingga 20 tahun ke depan. Ia menyebut peran ini sebagai tantangan sekaligus peluang untuk berkontribusi lebih luas dalam upaya membantu kelompok masyarakat paling rentan di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Sri Mulyani Bicara Investasi Sains, Teknologi hingga Pendidikan
Kisaran Gaji
Isu mengenai kisaran gaji mencuat setelah sejumlah media mengutip data estimasi dari situs pencari kerja Indeed.com. Berdasarkan data tersebut, rata-rata kompensasi anggota pengurus Gates Foundation diperkirakan berada di kisaran USD 326.194 per tahun atau sekitar Rp5,5 miliar.
Namun demikian, angka tersebut bukan data resmi dan tidak secara spesifik menyebut kompensasi Sri Mulyani. Sebagai perbandingan, laporan The Chronicle of Philanthropy mencatat CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menerima kompensasi hingga USD 1,7 juta per tahun.
Baca Juga: Sederet Kutipan Bill Gates tentang Kepemimpinan yang Relevan untuk Anak
Di sisi lain, laporan ProPublica menunjukkan bahwa banyak anggota dewan di organisasi nirlaba tidak menerima gaji tetap, melainkan hanya penggantian biaya operasional. Kondisi ini memperkuat kesimpulan bahwa klaim gaji Rp5,5 miliar masih bersifat spekulatif dan memerlukan klarifikasi resmi.
Peran Strategis di Dewan Pengurus
Sebagai anggota Dewan Pengurus, Sri Mulyani akan berperan dalam memberikan arahan strategis, menyetujui alokasi anggaran, serta mengevaluasi rencana kerja empat tahunan Gates Foundation. Dewan pengurus dijadwalkan bertemu tiga kali dalam setahun dengan masa jabatan tiga tahun, yang dapat diperpanjang maksimal dua periode.
Meski bersifat non-eksekutif, posisi ini memegang peran penting dalam memastikan tata kelola dan akuntabilitas yayasan tetap berjalan sesuai dengan misi filantropi yang diusung.
Baca Juga: 5 Pelajaran Negosiasi Gaji dari Bill Gates yang Relevan di Dunia Kerja Modern
Pengalaman Sri Mulyani dalam mengelola kebijakan ekonomi dan reformasi fiskal di negara berkembang dinilai menjadi nilai tambah dalam proses pengambilan keputusan strategis.
Terlepas dari perdebatan mengenai besaran kompensasi, bergabungnya Sri Mulyani di jajaran Dewan Pengurus Gates Foundation dipandang sebagai pengakuan internasional atas kapasitas ekonom Indonesia di panggung global.
Keberadaannya diharapkan dapat memperkuat perspektif negara berkembang dalam pengelolaan dana filantropi global dan mendorong dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan serta pembangunan berkelanjutan.