Pertumbuhan jaringan rumah sakit di Indonesia semakin kompetitif dalam satu dekade terakhir. Di tengah persaingan tersebut, Primaya Hospital Group muncul sebagai salah satu pemain yang berhasil memperluas jaringan dari satu rumah sakit menjadi puluhan fasilitas kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.
Ekspansi ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Perjalanan Primaya Hospital berawal dari inisiatif seorang dokter yang menggabungkan pengalaman medis dengan strategi bisnis modern, mulai dari menggandeng investor private equity, melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO), hingga menargetkan posisi teratas di industri rumah sakit publik di Indonesia.
Perjalanan tersebut diceritakan oleh Senior Advisor Primaya Hospital, Yos E. Susanto, dalam acara Ramadan Iftar bersama media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Berawal dari Pengalaman di Ambon
Menurut Prof. Yos, gagasan membangun jaringan rumah sakit berawal dari pengalamannya sebagai dokter yang pernah bertugas di Ambon pada awal kariernya. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa dampak terbesar di sektor kesehatan tidak hanya datang dari praktik klinis, tetapi juga dari sistem pelayanan kesehatan yang lebih luas.
Baca Juga: Primaya Hospital Tangerang Perkuat Standar Internasional Melalui Poliklinik Eksekutif
“Saya lebih senang di kesehatan masyarakat. Kalau spesialis kan membantu satu dua orang, tapi kalau kita membangun sistem kesehatan atau pelayanan kesehatan, dampaknya bisa ke jutaan orang,” ujar Prof. Yos.
Kesadaran tersebut mendorongnya mendalami bidang kesehatan masyarakat dan organisasi pelayanan kesehatan. Ia kemudian melanjutkan studi di Amerika Serikat, yang memperluas perspektifnya mengenai manajemen rumah sakit dan sistem layanan kesehatan.
Mendirikan Rumah Sakit Pertama
Langkah awal dimulai pada 2006 ketika Prof. Yos mendirikan rumah sakit pertamanya di Tangerang dengan nama Global Medica. Namun, ia mengakui bahwa membangun rumah sakit tidak semudah yang dibayangkan.
“Waktu itu saya pikir bikin rumah sakit gampang, tinggal bikin besar. Ternyata tidak segampang itu karena saingannya makin banyak,” katanya.
Baca Juga: Primaya Hospital Kelapa Gading Resmi Hadir dengan Fasilitas Unggul Berstandar Internasional
Menyadari keterbatasan modal dan meningkatnya persaingan industri kesehatan, Prof. Yos kemudian menggandeng mitra untuk mengembangkan rumah sakit kedua di Bekasi. Kolaborasi tersebut menjadi titik awal berkembangnya jaringan rumah sakit yang kemudian dikenal luas.
Masuknya Investor Private Equity
Industri rumah sakit membutuhkan investasi besar, mulai dari pembangunan fasilitas hingga pengadaan teknologi medis dan pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, perusahaan akhirnya membuka diri terhadap investor private equity untuk mempercepat ekspansi.
“Industri selalu punya jendela kesempatan. Kalau kita menunggu terlalu lama, peluang itu bisa lewat. Karena itu kami mencari investor agar bisa berkembang lebih cepat,” jelas Prof. Yos.
Baca Juga: Primaya Hospital Bekasi Timur Gelar Awardee Night
Pada 2016, perusahaan investasi Saratoga Investama Sedaya masuk sebagai investor strategis dan memberikan tambahan modal untuk mempercepat pertumbuhan jaringan rumah sakit.
Transformasi Menuju Perusahaan Publik
Transformasi besar lainnya terjadi ketika perusahaan memutuskan melantai di bursa melalui IPO. Langkah ini sekaligus menandai perubahan Primaya menjadi entitas publik dengan tata kelola yang lebih profesional.
Sebelum IPO dilakukan, perusahaan juga mengganti identitas merek yang sebelumnya masih menggunakan nama lama. Dari proses tersebut lahirlah nama Primaya Hospital.
“Kami ingin perusahaan yang berkelanjutan harus punya nilai inti. Kata ‘Prima’ mencerminkan nilai itu, lalu ditambahkan ‘ya’, jadilah Primaya,” jelas Prof. Yos.
Baca Juga: Resmikan PLTS Kedua, Primaya Hospital Teguhkan Komitmen Berkelanjutan
Ia menambahkan bahwa filosofi perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki dimensi sosial.
“Kami ingin pelayanan kesehatan ini juga menjadi bentuk ibadah. Artinya bukan hanya mencari keuntungan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ekspansi Jaringan Rumah Sakit
Saat ini, Primaya Hospital Group telah berkembang menjadi jaringan rumah sakit dengan sekitar 20 fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung, Semarang, Bogor, Makassar, hingga Sorowako.
Total tenaga kerja di jaringan rumah sakit ini juga telah mencapai sekitar 6.500 karyawan. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan modern di berbagai daerah.
Target Jadi Dua Besar RS Publik
Ke depan, Primaya Hospital menargetkan posisi strategis di industri rumah sakit nasional, khususnya di segmen perusahaan publik. Perusahaan bahkan telah menyusun roadmap hingga 2030 untuk memperkuat jaringan dan kualitas layanan.
Baca Juga: Primaya Hospital Akuisisi RS UKRIDA dan RS FMC Bogor Lewat Kepemilikan Saham Mayoritas
“Harapannya, kalau tidak nomor satu, paling tidak kami bisa menjadi nomor dua di perusahaan publik rumah sakit,” ujar Prof. Yos.
Dengan kombinasi strategi investasi, profesionalisasi manajemen, serta ekspansi jaringan, Primaya berharap dapat terus memperluas perannya dalam sistem kesehatan nasional.