Fenomena tak biasa terjadi dalam dua tahun awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Secara bertahap, lima pemimpin lembaga keuangan Indonesia mengundurkan diri mulai dari Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa, Mahendra Siregar, Iman Rachman, hingga yang terbaru Perry Warjiyo.
Mundurnya Sri Mulyani hingga Perry Warjiyo tersebut menjadi sorotan publik, tak hanya dalam negeri bahkan luar negeri.
Pasalnya, kelima orang tersebut merupakan sosok penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Bagaimana tidak, kepemimpinan mereka sangat berpengaruh pada pembuatan kebijakan moneter, fiskal, pengawasan, hingga pasar modal.
Dari kelima pejabat lembaga keuangan yang mengundurkan diri, nama Purbaya Yudhi Sadewa kini masih bertahan dalam lingkup menjaga stabilitas keuangan. Hanya saja, ia berganti peran dari sebelumnya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi memimpin Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Mengungkap Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI
Lantas, bagaimana dengan pergantian kepemimpinan lembaga keuangan lainnya?
1. Menteri keuangan
Sri Mulyani dikenal sebagai ekonom dan menteri keuangan dengan pengalaman yang mumpuni. Namun, sosok yang pernah berkarier di Bank Dunia ini harus menyudahi perannya sebagai Menteri Keuangan RI pada penghujung tahun 2025.
Tepat pada 8 September 2026, Presiden Prabowo secara tiba-tiba mengganti Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Bahkan, Sri Mulyani disebut baru menerima informasi pergantian jabatan tersebut satu jam sebelum pelantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Dalam pergantian ini, Pemerintah tak terang-terangan menyebut Sri Mulyani mundur ataupun dicopot dalam kabinet. Pergantian tersebut hanya diklaim sebagai bagian dari hak prerogatif presiden.
2. Ketua Dewan Komisioner LPS
Perubahan posisi menteri keuangan memberi efek domino pada posisi kepemimpinan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dilantiknya Purbaya Yudhi Sadewa menyebabkan kekosongan kursi Ketua Dewan Komisioner LPS.
Hingga akhirnya, nama Anggito Abimanyu yang kala itu menjabat Wakil Menteri Keuangan dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS periode 2025-2030 pada 8 Oktober 2025.
Baca Juga: Susul Dirut BEI, Tiga Bos OJK Putuskan Mundur: Dari Mahendra Siregar hingga Inarno Djajadi
3. Ketua Dewan Komisioner OJK
Perubahan kepemimpinan di badan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu yang paling fenomenal di industri pasar modal Indonesia.
Pasalnya, Mahendra Siregar yang kala itu menjabat Ketua Dewan Komisioner OJK mundur berjemaah dengan dua pimpinan OJK lainnya, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), Inarno Djajadi; dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK), I.B. Aditya Jayaantara.
Pengunduran diri ketiga pimpinan OJK pada 30 Januari 2026 tersebut terjadi di tengah tekanan pasar yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam usai pengumuman pemeringkatan pasar modal Indonesia dari MSCI.
Sosok Friderica Widyasari Dewa pun ditunjuk sebagai pejabat sementara pada 31 Januari 2026 hingga kemudian pada Maret 2026 Komisi XI DPR menetapkan Friderica sebagai Ketua OJK definitif untuk perideo 2026-2031.
4. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Pada hari yang sama dengan mundurnya tiga pimpinan OJK, Iman Rachman juga mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keputusan tersebut diklaim sebagai bagian tanggung jawab moral atas anjloknya IHSG hingga mengalami trading halt selama dua hari beruntun.
Hingga kemudian, Rapat Umum Pemegang Saham BEI pada 29 Juni 2026 menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman.
5. Gubernur Bank Indonesia
Gelombang pengunduran diri pimpinan lembaga keuangan RI masih berlanjut dengan mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Dalam konferensi pers yang digelar Senin (25/7/2026), diumumkan bahwa Perry Warjiyo melepas jabatan Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi. Salah satu yang menjadi sorotan ialah, Perry Warjiyo yang sudah menjabat Gubernur BI selama tujuh tahun ini mundur di tengah tekanan nilai tukar rupiah.
Atas kejadian tersebut, Rapat Dewan Gubernur BI menetapkan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara. Adapun saat ini, nama calon gubernur BI definitif masih belum diusulkan Presiden Prabowo ke DPR.
Meski begitu, sejumlah nama disebut masuk dalam bursa calon Gubernur BI, mulai dari Destry Damayanti, Chatib Basri, Purbaya Yudhi Sadewa, Burhanuddin Abdullah, hingga keponakan Presiden Prabowo yakni Thomas Djiwandono.