Selain sebagai aset untuk pertumbuhan jangka panjang, kata Prita, emas juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai hedging asset atau aset untuk membantu melindungi nilai kekayaan.

Prita mengatakan, fungsi tersebut menjadi semakin relevan ketika kondisi pasar mengalami gejolak dan nilai tukar rupiah melemah.

“Begitu kondisi ekonomi mulai nggak menurut saya sekarang, pasar goyang, rupiah juga sempat melemah, aku sadar emas itu punya peran lain yang sama pentingnya, yaitu pelindung atau to hedge my assets,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Yang kedua, hedging asset, artinya untuk perlindungan nilai kekayaan kita. Relevan banget saat pasar dan rupiah bergejolak.”

Dengan demikian, emas tidak harus selalu dipandang sebagai instrumen untuk mengejar keuntungan. Dalam strategi pengelolaan aset, emas juga dapat digunakan untuk melakukan diversifikasi dan memberikan perlindungan terhadap sebagian nilai kekayaan ketika kondisi ekonomi tidak menentu.

Lebih lanjut, Prita melihat akses terhadap emas kini semakin mudah. Ia menilai, perkembangan layanan keuangan berbasis emas membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memiliki dan mengelola aset tersebut.

“Jadi emas bukan cuma untuk orang kaya aja, bukan cuma juga untuk yang mau nikah. Emas adalah aset yang bisa tunggu bersama kita loh. Di fase apa pun dalam hidup kita,” kata Prita.

Baca Juga: Tentang Financial Freedom dan Gaya Hidup Serba Mewah