Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun meriilis hasil surveinya tekait tingkat elektabilitas tokoh Presiden Prabowo dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM).
"Prabowo masih unggul secara elektabilitas, baik dalam skenario pertanyaan terbuka maupun semi terbuka," katanya seperti dikutip Selasa (1/9/2026).
Berdasaran jawaban responden, terdapat nama tokoh politik yang masuk lima besar jika Pemilu diadakan hari ini. Yang pertama Prabowo Subianto di 32,4 persen, "Dedi Mulyadi 20,6 persen, Anies Baswedan 20,5 persen, Ganjar Pranowo 5 persen, dan Sherly Tjoanda 4,1 persen," katanya.
Lanjutnya, ia mengatakan elektabilitas para tokoh tersebut tidak lepas dari kepuasan terhadap program pemerintah.
"Yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG disukai 38,4 persen responden. Disusul Sekolah Rakyat 15,7 persen, dan Bansos (bantuan sosial) dan BLT (bantuan langsung tunai) 6,3 persen," tambah dia.
Sementara itu, nama KDM juga bertengger di lima besar bakal calon wakil presiden. "Jika Pemilu diadakan hari ini, Gibran Rakabuming Raka mencatat elektabilitas 20,1 persen. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 13,5 persen, Dedi Mulyadi 11,2 persen, Mahfud MD 7,9 persen, dan Anies Baswedan 6,6 persen," sambungnya.
Selain itu, ia juga menyebut dalam surveinya ini ditemukan selisih tipis antara Prabowo dengan KDM.
"Bahwa jika dilihat dari tingkat (responden kalangan) akademik itu Pak Prabowo nomor 1. Tapi kalau berdasarkan popularitas, maka memang KDM banyak dipilih, karena turunnya dia ke masyarakat, memberikan solusi aktif dan lain sebagainya," ujarnya.
Tambah dia, "Kalau dulu kita ingat, waktu 2009, 2014, 2019 itu baru masuk ya Facebook. Pak Jokowi juga nomor 1 pakai itu. Pak KDM sekarang juga menggunakan hal yang sama. Dia native atau pribumi lah di medsos. Dia naik tapi belum nomor 1. Dan apakah akan nyalip, kita belum tahu," tukasnya.