Dompet Dhuafa kembali meneguhkan komitmennya membangun kemandirian masyarakat melalui Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa 2026. Sebuah forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi penguatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui Satu Forum, Satu Peta Jalan Kemandirian Bangsa, Kongres Kemandirian menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, praktisi pemberdayaan, serta para penerima manfaat untuk berbagi gagasan dan merumuskan langkah konkret membangun masyarakat yang lebih mandiri lewat perumusan agenda kemandirian bangsa. 

Forum tersebut lahir dari keyakinan bahwa ketahanan ekonomi semata tidak lagi memadai di tengah carut marutnya kondisi dunia; sebab yang dibutuhkan sekarang ialah kedaulatan yang bertumpu pada kualitas manusia, kuatnya institusi, dan ekosistem ekonomi produktif.

Turut hadir dalam Kongres Kemandirian kali ini, Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa; Yudi Latif, Ph.D, Pembina Yayasan Dompet Dhuafa; Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.H., Pembina Dompet Dhuafa; dan sejumlah narasumber serta praktisi lainnya.  Mengangkat isu-isu strategis, mulai dari kesehatan, ketahanan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan Ekonomi.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Distribusi Air Bersih ke Pelosok Gunung Kidul untuk Tangani Dampak Kemarau di Yogyakarta

Kongres Kemandirian menjadi titik konsolidasi bagi salah satu aset strategis Dompet Dhuafa yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara kolektif, yakni jaringan alumni penerima beasiswa dan diaspora dari berbagai profesi, institusi, dan negara. 

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengatakan, kegiatan tersebut memiliki setidaknya dua tujuan utama. Pertama, menghadirkan forum yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.