Dompet Dhuafa resmi meluncurkan program BesTeam (Bestie-an Sama Yatim), sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak masyarakat untuk menjadi sahabat sekaligus pendamping bagi anak yatim di Indonesia. Program ini hadir untuk memperkuat pendampingan anak yatim melalui pendidikan, kesehatan, pengembangan potensi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Ketua Panitia Program BesTeam, Widodo, mengatakan program ini lahir dari keyakinan bahwa setiap anak yatim memiliki potensi besar yang perlu didukung bersama agar dapat berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: LPM Dompet Dhuafa dan Anayatrans Hibur Anak Yatim dengan Rekreasi Edukatif di Taman Safari Bogor
"Kami menyadari bahwa anak yatim memiliki keterbatasan karena kehilangan figur orang tua. Namun, kami juga meyakini mereka memiliki potensi, bakat, dan semangat untuk menjadi generasi yang cemerlang di masa depan," ujarnya dalam acara Press Conference pada Kamis (18/06/2026).
Menurut Widodo, masih banyak anak yatim di Indonesia yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam acara tersebut, terdapat sekitar 4 juta anak yatim yang memerlukan dukungan pendidikan, kesehatan, dan pengembangan diri agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Melalui program BesTeam, Dompet Dhuafa ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap bantuan bagi anak yatim. Pendampingan tidak lagi sebatas pemberian santunan sesaat, tetapi menjadi upaya berkelanjutan yang membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya.
Baca Juga: Program Janantara yang Digagas Dompet Dhuafa Dorong Perekonomian Peternak di Desa Tolokan
Widodo menjelaskan bahwa anak yatim membutuhkan lebih dari sekadar bantuan materi. Mereka juga memerlukan lingkungan yang mendukung, akses pendidikan yang memadai, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki.
"Anak yatim bukan sekadar tanggung jawab sosial ketika mereka membutuhkan bantuan. Ada amanah kemanusiaan yang harus kita jalankan. Karena itu kami mengajak masyarakat menjadi bestie bagi anak yatim," katanya.
Program BesTeam Dompet Dhuafa dirancang dengan pendekatan holistik. Selain menyediakan beasiswa anak yatim dan bantuan pendidikan, program ini juga menghadirkan layanan kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, serta berbagai kegiatan pengembangan karakter dan keterampilan.
Baca Juga: Taman Edukasi Mangrove DMC Dompet Dhuafa Hadirkan Edukasi Lingkungan Sekaligus Mitigasi Bencana
Dampak dari program pendampingan tersebut dirasakan langsung oleh Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, penerima manfaat program pendidikan Dompet Dhuafa asal Medan. Rahmad kehilangan ayahnya sejak berusia enam bulan dan ditinggal sang ibu saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Keterbatasan ekonomi sempat membuat Rahmad tidak memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia bahkan berpikir harus langsung bekerja setelah lulus SMA demi membantu keluarga.
Namun, program beasiswa anak yatim dan pendampingan yang diterimanya dari Dompet Dhuafa menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap masa depan.
"Sebelumnya saya tidak pernah berpikir bisa duduk di perguruan tinggi. Saya berpikir setelah lulus SMA harus langsung bekerja karena tidak ingin membebani keluarga. Namun melalui pembinaan dan pendampingan yang saya dapatkan, saya menjadi yakin bahwa saya juga bisa melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Menurut Rahmad, bantuan yang diterimanya tidak hanya berupa biaya pendidikan. Ia juga mendapatkan pembinaan, pelatihan pengembangan diri, serta pendampingan yang membantunya mengenali potensi dan membangun rasa percaya diri.
Kini Rahmad telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan. Ia berharap semakin banyak anak yatim yang mendapatkan kesempatan serupa untuk mengembangkan diri dan meraih cita-cita mereka.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, mengatakan pendekatan holistik menjadi kunci agar program pendampingan anak yatim mampu menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi merupakan aspek yang saling berkaitan sehingga harus diperkuat secara bersamaan.
"Kalau hanya pendidikan saja tidak cukup. Kesehatannya harus diperhatikan, ekonominya juga harus dikuatkan. Semua instrumen itu harus berjalan bersama agar mereka bisa tumbuh dengan baik," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dompet Dhuafa juga memperkenalkan platform digital yang memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program BesTeam. Melalui situs yatim.dompetdhuafa.org, masyarakat dapat menyalurkan donasi anak yatim, berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan, hingga merekomendasikan anak yatim yang membutuhkan dukungan.
Selain melibatkan para donatur, BesTeam juga dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, komunitas, media, hingga figur publik.
Aktor dan publik figur Tengku Wisnu menilai setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik, termasuk anak-anak yatim yang menghadapi berbagai keterbatasan.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut memberikan dukungan agar anak yatim memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-cita mereka.
"Semua anak berhak sukses. Mereka memiliki potensi yang luar biasa, hanya saja membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk berkembang," ujarnya.
Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya menjadi donatur, tetapi juga menjadi sahabat, pendamping, dan bagian dari perjalanan anak yatim menuju masa depan yang lebih baik.
Dengan dukungan bersama, anak-anak yatim diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya, dan mampu mewujudkan cita-citanya.