Growthmates, banyak orang percaya bahwa kunci memulai bisnis adalah keberanian untuk melangkah lebih dulu. Kutipan seperti ‘yang penting mulai dulu’ memang sering terdengar di dunia entrepreneurship.

Namun, menurut Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, semangat memulai saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan persiapan dan riset yang matang.

dr. Tirta menegaskan bahwa bisnis bukan hanya soal keberanian mengambil langkah, tetapi juga tentang memahami kondisi pasar sebelum menjual produk atau jasa.

“Bisnis itu yang penting mulai dulu, betul. Tapi kalau mulai berperang tanpa senjata yang lengkap, tanpa mengenal musuh, itu bahaya. Sama aja kamu nyetor nyawa,” tutur dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya strategi dalam membangun usaha. Menurut Tirta, banyak orang terlalu fokus pada aksi cepat tanpa memahami apakah produk yang mereka jual benar-benar dibutuhkan pasar atau tidak.

Sebagai seorang entrepreneur, dr. Tirtamengaku dirinya termasuk tipe pebisnis yang selalu melakukan riset sebelum memasarkan produk.

“Saya termasuk kategori pengusaha yang harus meriset dulu barang saya itu laku apa enggak," ujar dr. Tirta.

Baca Juga: Waspada Doomscrolling Bisa Picu Saraf Kejepit di Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter Tirta

Di era digital seperti sekarang, kata dr. Tirta, riset pasar menjadi langkah penting sebelum memulai bisnis.

Proses ini dikenal sebagai market analysis atau analisis pasar. Melalui analisis tersebut, pelaku usaha dapat memahami berbagai aspek penting yang memengaruhi keberhasilan bisnis.

Menurut dr. Tirta, ada banyak hal yang perlu dipelajari dalam market analysis, mulai dari permintaan pasar hingga strategi kompetitor.

“Market analysis adalah riset pasar. Bisa dilihat dari kemampuan demand marketnya gimana, kompetitor analisisnya gimana, bisa dilihat dari strategi marketing kompetitor gimana, bisa dilihat dari market share yang terjadi di provinsi itu, bahkan bisa dilihat dari kemampuan daya belian itu dari UMR-nya,” ungkapnya.

Artinya, kata dr. Tirta, seorang pengusaha tidak bisa hanya mengandalkan intuisi atau tren sesaat. Mereka juga harus memahami perilaku konsumen, kekuatan pesaing, hingga kondisi ekonomi masyarakat di wilayah target pasar.

Menariknya, dr. Tirta juga menyoroti bahwa data riset pasar saat ini bisa diakses dengan mudah, bahkan secara gratis. Salah satu sumber data yang ia rekomendasikan adalah Badan Pusat Statistik atau BPS.

“Datanya bisa kalian cek, yang gratis itu BPS, walaupun itu tidak terlalu detail,” pungkasnya.

Baca Juga: Merasa Gak Punya Privilege ? Ini Kunci Upgrade Diri Menurut Dokter Tirta