Lebih jauh, dr. Bobby mencontohkan kondisi tersebut sebagai gambaran ketika tubuh sudah bekerja dengan beban yang lebih tinggi.
“Nah, itu namanya intensitas berat. Ini bisa dipakai kalau kalian tidak ada smartwatch,” tambahnya.
Meski demikian, bagi orang yang menggunakan smartwatch atau perangkat pemantau kebugaran, intensitas olahraga juga dapat dipantau melalui pengukuran detak jantung.
“Kalau ada smartwatch, ya sudah, hitung frekuensi dari jantung,” kata dr. Bobby.
Menurut dr. Bobby, pengaturan intensitas dapat disesuaikan dengan zona detak jantung atau heart rate zone, mulai dari zona 1 hingga zona 4. Namun, tidak semua orang perlu melakukan latihan dengan intensitas tinggi.
“Disesuaikan dengan zona jantung 1, 2, 3, atau 4,” ujarnya.
Ia pun kemudian menekankan, untuk sebagian besar masyarakat yang ingin menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran, olahraga dengan intensitas sedang umumnya sudah memberikan manfaat yang baik.
“Untuk kebanyakan orang, untuk kesetaraan kebugaran, bisa cukup sampai intensitas sedang saja. Jika berat, harus terus berlatih ya,” pungkasnya.
Baca Juga: Jangan Terlalu Percaya Hitungan Kalori Smartwatch, Kata Dokter Gizi Klinik