Growthmates, menentukan intensitas olahraga sering kali menjadi tantangan, terutama bagi orang yang tidak menggunakan smartwatch atau perangkat pemantau detak jantung. Padahal, mengetahui tingkat intensitas latihan penting agar olahraga tetap efektif dan sesuai dengan kemampuan tubuh.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta konsultan kardiologi intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa salah satu cara sederhana untuk mengetahui intensitas olahraga adalah melalui tes bicara (talk test).

Menurutnya, kemampuan seseorang berbicara saat berolahraga dapat menjadi indikator apakah aktivitas yang dilakukan masuk dalam kategori ringan, sedang, atau berat.

“Kalau kita ingin tahu intensitas olahraga kita hari ini seperti apa, ada namanya tes bicara,” tutur dr. Bobby, dikutip dari laman Instagram pribadinya @dr.bobbyjantung, Kamis (24/9/2026).

dr. Bobby lantas memaparkan, pada olahraga dengan intensitas ringan, seseorang masih dapat berbicara dengan lancar bahkan bernyanyi sambil melakukan aktivitas fisik.

“Kalau intensitas ringan, kita masih bicara dengan lancar, bahkan bisa nyanyi sambil olahraga. Itu ringan,” paparnya.

Sementara itu, intensitas sedang ditandai dengan kondisi ketika seseorang masih mampu berbicara, tetapi mulai merasa sedikit kesulitan untuk bernyanyi. Menurut dr. Bobby, tingkat intensitas ini sering kali sudah cukup untuk banyak orang yang ingin meningkatkan kebugaran.

“Kalau intensitas sedang, ini spesialnya nih, saya bisa bikin konten, bisa ngobrol, walaupun agak tengah-tengah. Buat nyanyi nggak bisa. Ini sedang,” jelasnya.

Adapun, olahraga dengan intensitas berat membuat kemampuan berbicara menjadi jauh lebih terbatas. Seseorang biasanya hanya mampu mengucapkan beberapa kata sebelum membutuhkan jeda untuk mengatur napas.

“Kalau intensitas berat, buat ngomong itu cuma bisa 1-2 kata doang,” ujar dr. Bobby.

Baca Juga: Dokter Jantung Ingatkan Penderita Hipertensi Jangan Asal Lari, Risiko Tekanan Darah Bisa Melonjak

Lebih jauh, dr. Bobby mencontohkan kondisi tersebut sebagai gambaran ketika tubuh sudah bekerja dengan beban yang lebih tinggi.

“Nah, itu namanya intensitas berat. Ini bisa dipakai kalau kalian tidak ada smartwatch,” tambahnya.

Meski demikian, bagi orang yang menggunakan smartwatch atau perangkat pemantau kebugaran, intensitas olahraga juga dapat dipantau melalui pengukuran detak jantung.

“Kalau ada smartwatch, ya sudah, hitung frekuensi dari jantung,” kata dr. Bobby.

Menurut dr. Bobby, pengaturan intensitas dapat disesuaikan dengan zona detak jantung atau heart rate zone, mulai dari zona 1 hingga zona 4. Namun, tidak semua orang perlu melakukan latihan dengan intensitas tinggi.

“Disesuaikan dengan zona jantung 1, 2, 3, atau 4,” ujarnya.

Ia pun kemudian menekankan, untuk sebagian besar masyarakat yang ingin menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran, olahraga dengan intensitas sedang umumnya sudah memberikan manfaat yang baik.

“Untuk kebanyakan orang, untuk kesetaraan kebugaran, bisa cukup sampai intensitas sedang saja. Jika berat, harus terus berlatih ya,” pungkasnya.

Baca Juga: Jangan Terlalu Percaya Hitungan Kalori Smartwatch, Kata Dokter Gizi Klinik